4 Hari Tidak Bisa Dihubungi, Pensiunan Dosen Ditemukan Tewas di Pondok Miliknya Nusa Penida
Ida Ayu Suryantini Putri February 12, 2026 06:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Seorang pensiunan dosen berinisial KWA (69) ditemukan meninggal dunia di pondok miliknya di wilayah tegalan Dusun Sebunibus, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Selasa (10/2) petang.

Penemuan jenazah tersebut bermula dari kekhawatiran keluarga yang kehilangan kontak dengan korban selama beberapa hari.

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya menjelaskan, laporan awal diterima setelah istri korban yang berada di Denpasar tidak dapat menghubungi suaminya selama empat hari.

Baca juga: TES DNA Jadi Bukti Oknum Dosen Selingkuh dengan Istri ASN Hingga Lahirkan Bayi di Buleleng

Karena khawatir, keluarga kemudian meminta keponakan korban, Kadek Pernata, untuk mengecek keberadaan korban.

Setibanya di rumah korban, keponakan tersebut mendapati rumah dalam keadaan terkunci.

Pencarian kemudian dilanjutkan ke area tegalan milik korban yang tidak jauh dari rumah.

Baca juga: OKNUM Dosen Selingkuh dengan Istri ASN Hingga Lahirkan Bayi, Terungkap Setelah Dilakukan Tes DNA!

Sekitar pukul 18.00 WITA, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di halaman pondok yang berada di lahan tersebut.

Mendapat laporan penemuan jenazah, personel Polsek Nusa Penida langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas memasang garis polisi, melakukan pendokumentasian lokasi, serta mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan kejadian untuk kepentingan penyelidikan.

Baca juga: Mengapa Dosen Muda Ditemukan Tewas Tanpa Busana? Kronologi yang Tak Sinkron Versi AKBP Basuki

“Setelah menerima laporan, personel langsung kami kerahkan ke lokasi. Penanganan dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan empati terhadap keluarga korban,” ujar Kompol Kesuma Jaya, Rabu (11/2).

Proses evakuasi jenazah melibatkan tim gabungan yang terdiri dari 15 personel Polsek Nusa Penida, 4 personel Basarnas, 2 personel TNI AL, serta dibantu Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan warga sekitar.

Jenazah kemudian dievakuasi menuju RSUD Gema Santi Nusa Penida.

Berdasarkan kondisi fisik saat ditemukan, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan.

Informasi ini diperkuat oleh keterangan warga yang sebelumnya sempat melihat korban berbelanja di pasar.

Meski penyelidikan tetap dilakukan, pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan tidak berkenan dilakukan autopsi maupun menempuh jalur hukum.

Saat ini, jenazah korban masih dititipkan di RSUD Gema Santi Nusa Penida sambil menunggu keputusan keluarga terkait prosesi pemakaman atau kremasi.

Polisi turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami tangani secara profesional dan humanis, serta mengedepankan empati kepada keluarga korban,” ujar Kompol Kesuma Jaya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.