SURYA.co.id, SURABAYA - Komunitas Menuju Dua Garis menggandeng dokter ahli untuk memberikan edukasi kepada para pejuang garis dua di Surabaya.
Komunitas yang digagas oleh Mizz Rosie ini memiliki beberapa tujuan.
“Misinya agar mereka tidak merasa infertilitas ini aib, tidak merasa sendiri dan bisa menemukan penanganan yang sesuai kasus infertilitas,” sebut Mizz Rosie ditemui SURYA.co.id di Kollabora Surabaya, Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan, dalam kesempatan sesi sharing kali ini, Komunitas Menuju Dua Garis menggandeng Dr Uma Mariappen.
Seorang spesialis kesuburan, bayi tabung, PCOS dan masalah sperma asal Malaysia.
“Saya ingin edukasi ini bisa menyeluruh, kehamilan IVF butuh disuport,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini Dokter Uma menyebut masyarakat Jawa Timur sangat bersemangat untuk mencari tahu masalah kesuburan yang mereka alami.
Ditandai dengan para pejuang garis dua yang datang dari berbagai kota seperti Madura, Surabaya, Gresik dan lain sebagainya.
“Ini kali pertama saya bertemu para pejuang dua garis di sini, sebelumnya hanya sharing online dan memang mereka sangat semangat tanya persoalan kesuburan mereka dan mengetahui lebih lanjut” sebut Dokter Uma.
Salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan ini terkait keguguran berulang.
Ia menyebut ada banyak faktor yang membuat seorang wanita mengalami keguguran berulang.
“Keguguran berulang tiga kali atau mengandung, gugur, mengandung, gugur lagi,” sebutnya.
Terkait faktor terjadinya keguguran berulang, disebut oleh Dokter Uma, stres menjadi salah satunya.
Stres yang terjadi akibat paparan pekerjaan maupun lingkungan.
“Stres jadi faktor penting apalagi sekarang pelerjaan menuntut kita berpikir hingga stress, paparan pekerjaan dan lingkungan, obesitas ibu jadi salah satu faktor keguguran berulang juga, kehilangan kehamilan sebelumnya,” jelasnya.
Selain itu, masalah kesuburan juga dapat terjadi pada pria misal kualitas sperma kurang (pergerakan, bentuknya).
“Saya pernah ada pasien yang tiga sampai empat faktor, selepas empat kali keguguran, dia mengandung. Kita perlu tahu penyebabnya apa dan perawatan, kemudian baru melakukan embrio transfer,” sebutnya.