TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Ketua Umum Generasi Muda Moi (GMM) Paulus Syufan menyoroti mandeknya pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Sorong.
Paulus nilai ini berdampak pada terhambatnya pembangunan dan pelayanan dasar bagi masyarakat.
Baca juga: Polemik Eks Anggota DPRK Sorong Terima SK CPNS, Generasi Muda Moi Desak Bupati hingga BKN Evaluasi
Keterlambatan pelaksanaan musrenbang dan penyerapan anggaran di Kabupaten Sorong menjadi sorotan, mengingat kabupaten/kota lain di Papua Barat Daya telah lebih dulu memulainya.
“Patut dipertanyakan karena dampaknya dirasakan masyarakat di kampung-kampung,” ujar Paulus, Rabu (11/2/2026).
Ia menilai tarik-menarik kepentingan antara DPRK, kepala daerah, dan Perangkat Daerah (PD) memicu keterlambatan yang menghambat penyerapan anggaran serta program pembangunan.
“Kami butuh jalan, air bersih, listrik, dan pembangunan lainnya. Kalau musrenbang dan APBD terus dipolitisasi, yang dirugikan adalah masyarakat,” ujarnya.
Paulus mendesak Bupati Sorong bersama PD teknis dan DPRK mempercepat musrenbang serta penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) agar pembangunan berjalan merata.
GMM bersama masyarakat akan menggelar demonstrasi besar-besaran untuk mempertanyakan kinerja pemerintah daerah jika Musrenbang dan realisasi anggaran belum berjalan hingga akhir bulan ini.
“Kami akan pantau penyerapan anggaran kuartal pertama hingga ketiga. Ini tidak boleh terulang lagi, karena masyarakat kampung yang selalu menjadi korban,” kata Paulus. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)