12 Februari 2026 Memperingati Apa, Ada Giving Hearts Day hingga Bulan K3 Nasional, Cek Sejarahnya
Vigestha Repit Dwi Yarda February 12, 2026 10:03 AM

BANGKAPOS.COM -- Tanggal 12 Februari 2026 diperingati dengan sejumlah momentum penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Di antaranya adalah Hari Berbagi Hati (Giving Hearts Day), Hari Internasional Menentang Penggunaan Tentara Anak, Hari Persatuan Myanmar, Hari Darwin, serta Hari Terakhir Bulan K3 Nasional di Indonesia.

Di Indonesia, tanggal ini menandai penutupan rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional.

Baca juga: Ramadan 2026: Bacaan Niat Sehari, Satu Bulan dan Mandi Puasa Lengkap Arab dan Tata Caranya

Sementara itu, secara global diperingati sebagai Hari Internasional Menentang Penggunaan Tentara Anak. Di Amerika Serikat, 12 Februari 2026 juga bertepatan dengan Hari Berbagi Hati.

Berikut penjelasan lengkap mengenai peringatan yang jatuh pada Kamis, 12 Februari 2026:

 
1. Hari Berbagi Hati (Giving Hearts Day)
Giving Hearts Day adalah gerakan sosial yang diperingati setiap Kamis kedua di bulan Februari. Pada tahun 2026, peringatan ini jatuh pada 12 Februari.

Gerakan ini bermula di Amerika Serikat, khususnya di wilayah North Dakota dan Minnesota. Tujuannya adalah mendorong masyarakat untuk berdonasi dan mendukung organisasi nirlaba yang membantu berbagai kelompok yang membutuhkan.

Selama 24 jam penuh, ratusan organisasi amal menggalang dana dan sumber daya untuk berbagai sektor, seperti layanan kesehatan, bantuan keluarga prasejahtera, pendidikan, serta layanan sosial lainnya. Momentum ini menjadi ajang memperkuat solidaritas sosial, membangun empati, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kontribusi individu dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat.

 
2. Hari Internasional Menentang Penggunaan Tentara Anak
Tanggal 12 Februari juga diperingati sebagai International Day against the Use of Child Soldiers, yang dikenal pula sebagai Red Hand Day.

Peringatan ini bertujuan menyoroti dan menolak praktik perekrutan anak di bawah usia 18 tahun dalam konflik bersenjata sebuah pelanggaran hak asasi manusia yang serius. Sejak 2002, hari ini menjadi pengingat atas komitmen global melalui Protokol Opsional Konvensi Hak Anak tentang keterlibatan anak dalam konflik bersenjata.

Simbol “tangan merah” digunakan sebagai bentuk protes terhadap penggunaan tentara anak, sekaligus seruan kepada pemerintah dan masyarakat dunia untuk memperkuat perlindungan serta rehabilitasi bagi anak-anak korban konflik.

 
3. Hari Persatuan Myanmar (Union Day)
Union Day merupakan hari libur nasional di Myanmar yang diperingati setiap 12 Februari. Peringatan ini mengenang Perjanjian Panglong tahun 1947, yang menjadi tonggak penting persatuan berbagai kelompok etnis di Myanmar menjelang kemerdekaan dari Inggris.

Hari ini melambangkan semangat persatuan dan kerja sama antaretnis dalam membangun negara. Pemerintah dan masyarakat Myanmar biasanya menggelar upacara kenegaraan, pengibaran bendera, serta pertunjukan budaya yang menampilkan keberagaman etnis.

Union Day bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menjadi refleksi akan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika sosial dan politik.

 
4. Hari Darwin (International Darwin Day)
Setiap 12 Februari diperingati sebagai Hari Darwin Internasional, bertepatan dengan hari kelahiran Charles Darwin (1809–1882), ilmuwan Inggris yang dikenal melalui teori evolusi melalui seleksi alam.

Peringatan ini menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi Darwin terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan pemikiran ilmiah modern.

Berbagai komunitas sains, institusi pendidikan, dan museum di seluruh dunia mengadakan diskusi, seminar, serta pameran untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang evolusi dan pentingnya metode ilmiah.

Hari Darwin juga mendorong apresiasi terhadap pendidikan, penelitian, dan inovasi dalam bidang sains.

 
5. Hari Terakhir Bulan K3 Nasional (Indonesia)

Di Indonesia, Bulan K3 Nasional (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) berlangsung setiap 12 Januari hingga 12 Februari. Dengan demikian, 12 Februari menjadi hari penutup rangkaian kegiatan tersebut.

Selama satu bulan, berbagai instansi, perusahaan, dan komunitas tenaga kerja menyelenggarakan sosialisasi, pelatihan, pemeriksaan kesehatan, serta kampanye keselamatan kerja. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap standar K3 di tempat kerja maupun di lingkungan umum.

Peringatan ini menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, serta menekan angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

(Kompas.com/Tribunnews/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.