TRIBUNTRENDS.COM - Setelah sempat menyangkal sebagai pemilik inisial M yang viral, Mohan Hazian, owner brand Thanksinsomnia akhirnya akui kesalahan.
Mohan Hazian akui tindakan tidak pantas yang dilakukannya terhadap talent yang pernah bekerja sama dengan brand tersebut.
Dalam klarifikasinya, ia mengakui kesalahan dan menegaskan bahwa tindakannya tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Di sisi lain, salah satu fotografer yang pernah bekerja sama dengan Thanksinsomnia, Muhammad Rama,turut memberikan klarifikasi terkait dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret nama Mohan.
Baca juga: Mohan Hazian Minta Maaf dan Hengkang dari Thanksinsomnia Usai Akui Pelecehan: “Saya Melanggar Batas”
Mohan Hazian menyampaikan permintaan maaf terbuka atas tindakan tidak pantas yang dilakukannya terhadap talent yang pernah bekerja sama dengan Thanksinsomnia.
Pernyataan tersebut disampaikan Mohan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Rabu (11/2/2026) malam.
Dalam klarifikasinya, Mohan mengakui kesalahan dan menyebut tindakannya tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Pada kesempatan kali ini saya, Mohan Hazian, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakan tidak pantas yang telah saya lakukan terhadap model atau talent yang pernah bekerja sama dengan brand milik saya,” tulis Mohan dikutip pada Kamis (12/2/2026).
Ia menyadari perbuatannya telah melanggar batas profesional dan ranah pribadi, serta menimbulkan luka dan dampak bagi sejumlah pihak, termasuk karyawan di perusahaan yang ia pimpin.
Mohan menegaskan menerima tanggung jawab penuh tanpa menyalahkan pihak lain.
"Saya menghormati sepenuhnya hak dan langkah yang akan diambil oleh pihak terkait," ujarnya.
Dalam pernyataan yang sama, Mohan meminta masyarakat tidak melibatkan para karyawan Thanksinsomnia karena menurutnya hal itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi.
Sebagai konsekuensi atas tindakannya, Mohan menyatakan mundur dari Thanksinsomnia.
“Sebagai konsekuensi langsung dari tindakan yang saya lakukan, saya dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari seluruh jabatan, peran profesional, dan keterlibatan publik yang saya emban saat ini di Thanksinsomnia,” tulisnya.
Ia juga menyebut akan menjalani evaluasi diri dan pendampingan profesional sebagai bentuk tanggung jawab agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.
Mohan menutup pernyataannya dengan menyampaikan penyesalan mendalam atas dampak yang ditimbulkan dan kembali meminta maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan.
Sebagaimana diketahui, Mohan Hazian terseret kasus dugaan kekerasan seksual yang bermula dari unggahan akun @aarummanis di X.
Ia menceritakan pengalaman tak menyenangkan saat menjadi talent photoshoot dan videoshoot brand yang diduga milik Mohan Hazian.
Salah satu fotografer yang pernah bekerja sama dengan brand Thanksinsomnia, Muhammad Rama (@ramskiputra), menyampaikan klarifikasi terkait dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret nama Mohan Hazian.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rama menyampaikan dukacita mendalam serta simpati kepada para korban atas peristiwa yang mencuat ke ruang publik.
“Izinkan saya menyampaikan dukacita mendalam dan simpati yang tulus kepada seluruh korban atas musibah yang menimpa,” tulis Rama dikutip pada Kamis (12/2/2026).
Rama menjelaskan bahwa dirinya pernah bekerja di brand tersebut pada periode 2021 hingga 2024 sebagai fotografer.
Selama masa kerja itu, ia bertanggung jawab penuh atas proses pemotretan, mulai dari penentuan ide kreatif, pemilihan lokasi, hingga sesi foto selesai.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa kesempatan, dirinya turut membantu proses pencarian talent untuk kebutuhan pemotretan, sesuai dengan konsep yang telah disepakati bersama pihak brand.
“Proses scouting talent tidak hanya dilakukan dari pihak brand saja, tetapi terkadang saya ikut membantu mencari talent untuk kebutuhan photoshoot brand sesuai konsep dan ide kreatif yang sudah disepakati,” tulisnya.
Rama menambahkan, pada situasi tertentu ia juga menemani model hingga pulang setelah sesi pemotretan selesai, selama tidak berhalangan.
Terkait isu yang menyeret nama owner, Rama mengaku mengetahui dan menyaksikan adanya kebiasaan yang kerap menggoda model perempuan.
Namun, ia menegaskan tidak mengetahui adanya dugaan kekerasan atau pelecehan seksual di luar sesi pemotretan karena tidak hadir maupun terlibat dalam kejadian tersebut.
“Tetapi saya tidak mengetahui adanya kejadian SA/SH di luar sesi photoshoot karena saya tidak hadir maupun terlibat. Saya pribadi mengutuk keras tindakan tersebut,” tegasnya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Rama turut menyampaikan permintaan maaf kepada para korban, khususnya jika peristiwa tersebut terjadi pada masa ia masih bekerja di brand tersebut.
“Saya sebagai fotografer yang pernah bekerja full time di sana, saya minta maaf sedalam-dalamnya,” tulis Rama.
Ia juga menegaskan keberpihakannya kepada para korban dan menyatakan siap memberikan kontribusi nyata dengan menjadi saksi apabila dibutuhkan dalam proses pendampingan atau penegakan keadilan.
“Saya percaya para korban berhak untuk didengar, dilindungi, dan didampingi. Bagi mereka yang telah menjadi korban di masa waktu kerja saya, saya siap menjadi saksi untuk berdiri bersama korban,” katanya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menanggapi viralnya dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama selebgram sekaligus pengusaha, Mohan Hazian.
Budi mengatakan, hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan resmi terkait dugaan pelecehan tersebut.
“Sejauh ini belum ada laporan,” ujar Budi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026).
Meski demikian, Budi menegaskan kepolisian tetap akan menindaklanjuti informasi yang beredar di masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan.
“Kepolisian tidak hanya menindaklanjuti laporan polisi. Informasi apa pun terkait peristiwa di masyarakat, insyaallah pasti akan kami tindak lanjuti sehingga dapat menjawab keresahan masyarakat,” tutur Budi.
Ia menambahkan, pihaknya akan mengecek kebenaran informasi tersebut dan meneruskannya kepada jajaran di tingkat Polres maupun Polsek apabila ditemukan perkembangan lebih lanjut.
“Kami akan teruskan kepada jajaran apabila memang mendapatkan informasi lanjutan,” ucapnya.
***
(Kompas.com/TribunTrend.com)