TRIBUNBANYUMAS.COM,PURWOKERTO - PURWOKERTO – Perayaan Cap Go Meh di Purwokerto tahun ini akan tampil beda dan penuh warna toleransi.
Kelenteng Hok Tek Bio Purwokerto berencana membagikan 1.000 porsi Lontong Cap Go Meh kepada masyarakat umum sebagai menu buka puasa bersama, mengingat puncak perayaan Imlek 2577 Kongzili tersebut bertepatan dengan awal bulan suci Ramadan.
Agenda yang dijadwalkan pada Selasa, 3 Maret 2026 mendatang ini didesain sebagai sarana mempererat persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Banyumas.
Alih-alih perayaan besar yang eksklusif, pihak kelenteng justru menggandeng warga muslim untuk "ngabuburit" bersama di area ibadah.
Ketua Kelenteng Hok Tek Bio Purwokerto, Suryana (68), menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan dimulai sore hari pukul 16.00 WIB dengan penampilan barongsai dan tradisi gotong Toa Pe Kong yang dilakukan secara sederhana mengelilingi kelenteng.
Baca juga: Solidaritas Tanpa Batas, Puluhan Bikers Vario Yogyakarta Jajal Ketangguhan New Honda Vario 125
"Karena bertepatan dengan Ramadan, kami sekaligus ngabuburit bareng saudara muslim. Pukul 17.30 WIB, semua masuk ke area kelenteng untuk persiapan berbuka puasa dengan Lontong Cap Go Meh yang kami sediakan gratis untuk siapa saja," ujar Suryana, Rabu (11/2/2026).
Rangkaian Ritual Jelang Imlek 2577
Sebelum mencapai puncak perayaan, umat Tri Dharma di Kelenteng Hok Tek Bio telah memulai rangkaian ritual sejak Selasa (10/2/2026) malam, diawali dengan sembahyang melepas malaikat dapur Kongco Cookun Kong.
Prosesi dilanjutkan dengan pembersihan rupang dan altar para dewa sebagai simbol pembersihan diri menyambut tahun baru.
Pada Senin (16/2/2026) malam, kelenteng akan menggelar sembahyang penutupan tahun 2576.
Baca juga: Stasiun Comal Pemalang Bersiap Layani Penumpang KA Joglosemarkerto dan Kaligung
Menariknya, Suryana menganalogikan tradisi kunjungan antar-saudara saat Imlek sangat mirip dengan tradisi sungkeman pada Hari Raya Idulfitri.
Doa untuk Kedamaian Banyumas Selain perayaan fisik, momentum Imlek tahun ini juga diisi dengan pengharapan besar agar Indonesia, khususnya wilayah Banyumas, dijauhkan dari bencana dan tetap terjaga kondusivitasnya.
"Harapan kami masyarakat aman, selamat, dan hidup rukun. Karena damai itu indah," tambah Suryana.
Rangkaian sembahyang akan terus berlanjut hingga akhir Februari, termasuk sembahyang kepada Tian (Tuhan Yang Maha Esa) pada 24 Februari, sebelum akhirnya ditutup dengan pesta rakyat Lontong Cap Go Meh di awal Maret mendatang. (fba)