- Hamas dan Iran bersatu melawan agresi lanjutan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Juru Bicara Brigade Al-Qassam, Abu Obeida memperingatkan bahwa ancaman itu tidak akan terbatas secara geografis.
Mengutip Palestine Chronicle pada (12/2), hal ini diutarakan oleh Obeida dalam pernyataan terbarunya.
Dia menyatakan bahwa pihaknya, baik kepemimpinan, pemerintah, maupun rakyat telah menyampaikan solidaritas kepada Republik Islam Iran.
Seraya menegaskan bahwa setiap agresi terhadap Iran akan dipandang sebagai agresi terhadap bangsa Islam dan tindakan kriminal terhadap negara berdaulat.
“Kami menyatakan solidaritas kami — kepemimpinan, pemerintah, dan rakyat — dengan Republik Islam,” katanya dalam sebuah pernyataan. “Setiap agresi terhadap Iran adalah agresi terhadap bangsa Islam kita dan serangan kriminal terhadap negara berdaulat.”
Abu Obeida menilai ancaman itu sebagai upaya pemaksaan dengan kekerasan yang dampaknya tak terbatas wilayah.
Serta menyatakan kepercayaannya pada kekuatan militer Iran dan Garda Revolusi yang disebutnya pernah memberi pukulan berat kepada Israel.
Ia menyebut Iran mampu menangkis serangan dan berhak membela diri.
Serta menilai tekanan terhadap Teheran sebagai balasan atas dukungannya terhadap perlawanan Palestina dalam perang Gaza.
Secara paralel, delegasi Hamas saat bertemu dengan Ali Larijani, menekankan komitmen untuk melaksanakan perjanjian dan mencegah kembalinya perang skala penuh.
Sembari, melanjutkan upaya untuk mengakhiri blokade dan memastikan akses bantuan kemanusiaan.
Hamas juga mengatakan bahwa mereka berupaya "dengan segala cara" untuk menghentikan serangan Israel dan memfasilitasi aliran bantuan ke Gaza.