Pilot dan Kopilot Smart Air Diduga Ditangkap saat Kabur ke Hutan lalu Dibunuh Kelompok Bersenjata
Rahmat Gilang Maulana February 12, 2026 11:42 AM

Pesawat tersebut membawa 13 penumpang dari Bandara Tanah Merah menuju Bandara Korowai Batu dan diduga ditembak kelompok bersenjata saat hendak mendarat.

Berdasarkan keterangan saksi, pilot dan kopilot sempat menyelamatkan diri ke arah hutan. 

Namun, beberapa jam kemudian keduanya ditemukan tewas setelah ditangkap dan dibawa ke runway oleh kelompok bersenjata.

Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang terjadi di wilayah Papua Selatan.

Polres Boven Digoel bersama aparat TNI segera mengevakuasi jenazah dan mensterilkan lokasi kejadian untuk mencegah gangguan lanjutan.

Jenazah korban kemudian dipindahkan ke aula bandara, sementara aparat gabungan Satgas Rajawali TNI dan Satgas Damai Cartenz Polri dikerahkan guna memperkuat pengamanan di sekitar lokasi.

Wakapolda Papua, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan pihaknya masih menyelidiki siapa pelaku penembakan pesawat Smart Air PK-SNR. 

Insiden yang terjadi di Lapangan Terbang Korowai Batu sekitar pukul 11.25 WIT itu kini menjadi fokus penyelidikan aparat gabungan.

Sementara itu, pasca kejadian tragis tersebut, suasana kantor Smart Aviation di Jakarta Utara tampak sepi pada Rabu siang.

Dari pantauan Tribunnews.com sekitar pukul 17.15 WIB, halaman dan ruangan kantor terlihat lengang seiring jam operasional berakhir pukul 16.00 WIB.
Pintu kaca besar di sisi kiri gedung memperlihatkan kondisi ruangan yang gelap tanpa pencahayaan, dan dari luar tidak tampak aktivitas pegawai.

Kondisi kantor yang sunyi itu kontras dengan kabar duka dari Papua, di mana dua awak pesawat Smart Aviation tewas ditembak saat mendarat di Bandara Korowai Batu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.