BANGKAPOS.COM - Bulan Februari 2026 ini menjadi penanda betapa agresifnya buaya di Bangka Belitung.
Berdasarkan data yang dihimpun, dalam dua tahun terakhir, bulan kedua di penanggalan masehi ini mencatatkan pola serangan buaya yang luar biasa agresif dan mematikan.
Sungai dan kolong eks tambang yang memang banyak terdapat di Babel, mendadak berubah menjadi arena pertaruhan nyawa.
Memasuki Februari 2026 misalnya, agresivitas buaya terlihat meningkat.
Hanya dalam kurun waktu satu pekan, tiga nyawa menjadi sasaran.
Tragedi bermula di Belitung (9/2), di mana seorang warga bernama Rusmanto (40) tewas dalam cengkeraman buaya di Kolong Dusun Mempiu.
Drama evakuasi yang memakan waktu hingga 7 jam menggambarkan betapa kuat dan dominannya predator tersebut, hingga akhirnya jasad korban baru dilepaskan setelah pengepungan panjang.
Baca juga: Jasad Korban Terkaman Buaya di Belitung Ditemukan Setelah Air Kolong Dikeringkan
Hanya berselang sehari, teror bergeser ke Bangka Barat (10/2). Karmin (49) beruntung masih bisa menghirup udara setelah aksi heroik melawan serangan buaya menggunakan kayu di sebuah kolong eks tambang.
Baca juga: Kaki Karmin Warga Bangka Barat Digigit Buaya saat Berjalan di Pinggir Kolong Bekas Tambang
Namun, nasib nahas menimpa Jauhari (40) di Bangka (11/2).
Ia ditemukan tak bernyawa di Sungai Mendo setelah dinyatakan hilang, menambah daftar panjang korban keganasan buaya di awal tahun ini.
Baca juga: Video: Pakai Drone Thermal, Jauhari Diduga Korban Terkaman Buaya Ditemukan Meninggal Dunia
Agresivitas buaya di bulan Februari ini sebenarnya sama denga tren di tahun 2025.
Berdasarkan data bangkapos.com. catatan serangan juga melonjak drastis di periode yang sama.
Baca juga: Jauhari Ditemukan Meninggal Dunia, Teror Buaya di Sungai Mendo Jadi Alarm Keras Awal 2026
Dua kasus fatal terjadi beruntun di Bangka Selatan dan Bangka Tengah, di mana pemancing udang menghilang tanpa jejak, dan seorang korban lainnya ditemukan dalam pemandangan yang memilukan: jasadnya masih berada di mulut sang predator.
Meski serangan berlanjut hingga Maret dan Agustus, pemicu lonjakan kasus di awal tahun tetap menjadi sorotan tajam.
Baca juga: Buaya di Bangka Belitung Mengganas Terkam Manusia Gegara Habitatnya Dirusak
Polisi Pasang Peringatan Imbauan
Di Kabupaten Bangka, sjumlah anggota kepolisian dari Polsek Sungailiat menapaki sejumlah titik aliran Sungailiat di Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka Rabu (11/2/2026).
Pada kesempatan itu, sejumlah warga yang sedang melakukan aktivitas memancing maupun warga yang bermukim dipinggir sungai dihampiri dan diberikan hmbauan kewaspadaan terhadap serangan buaya.
Hal itu dilakukan berkenaan adanya sejumlah kasus serangan buaya terhadap di sejumlah daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Aktivitas seperti memancing, mandi, mencuci pakaian dan lain-lain diminta untuk tidak lakukan, terutama di lokasi yang dinilai resiko rawan kemunculan dan serangan buaya.
Beberapa titik yang dikunjungi dan disampaikan himbauan yakni di Sungai Buaya Lingkungan Sinar Jaya, Sungai Kolong Bijur Lingkungan Sinar Jaya, Sungai Kampung Pasir, Sungai Bukit Kuala, serta Sungai di Lingkungan Jalan Laut.
Kapolsek Sungailiat Iptu Reza Irawan mengatakan, imbauan itu diberikan sebagai upaya preventif untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya.
“Kami tidak ingin ada korban. Informasi yang kami terima menyebutkan adanya potensi kemunculan buaya di beberapa titik sungai. Karena itu, personel langsung turun memberikan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan,” kata Kapolsek.
Dia menyebut, keselamatan warga menjadi prioritas utama kepolisian, sehingga peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Kami berharap masyarakat dapat mematuhi imbauan ini. Apabila melihat tanda-tanda keberadaan buaya, segera laporkan ke Bhabinkamtibmas atau Polsek Sungailiat agar bisa segera kami tindak lanjuti bersama instansi terkait,” ucap Iptu Reza.
Kapolsek juga mengingatkan para orang tua agar lebih mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan bermain di sekitar sungai tanpa pengawasan.
“Peran keluarga sangat penting. Jangan sampai anak-anak bermain atau berenang di sungai yang berisiko. Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Tindakan serupa juga dilakukan polisi di Bangka Barat
Polres Bangka Bara telah melakukan langkah pencegahan guna melindungi masyarakat dari ancaman serangan hewan buas, khususnya buaya.
Polisi memasang imbauan dis ejumlah titik yang dinilai rawan.
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk respons atas kekhawatiran adanya potensi korban di wilayah perairan dan bantaran sungai yang kerap menjadi habitat satwa liar tersebut.
Polisi di antaranya memasang spanduk imbauan waspada serangan hewan liar, khususnya buaya, di aliran sungai Desa Peradong, Dusun 2 Menggarau, Kecamatan Simpang Teritip. Kegiatan melibatkan unsur pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, mengatakan, pemasangan spanduk ini merupakan langkah kepolisian untuk mencegah adanya korban susulan akibat serangan hewan liar, khususnya buaya.
“Ini adalah langkah preventif yang kami lakukan untuk melindungi masyarakat. Kami tidak ingin ada lagi warga yang menjadi korban serangan hewan buas seperti buaya. Karena itu, kami bergerak cepat memasang imbauan di titik-titik yang dinilai rawan,” kata Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, Kamis (12/2/2025).
Mantan Kapolres Bangka Tengah ini menambahkan, kawasan aliran sungai dan kolong-kolong di sejumlah wilayah Bangka Barat memang berpotensi menjadi habitat buaya.
Oleh sebab itu, Polres Bangka Barat bakal melakukan pemetaan secara menyeluruh terhadap titik-titik rawan.
“Kami akan memetakan lokasi-lokasi yang terindikasi menjadi habitat atau jalur pergerakan buaya. Baik dialiran sungai maupun kolong-kolong di wilayah Kabupaten Bangka Barat. Pemetaan ini penting agar langkah pencegahan bisa lebih terarah,”lanjutnya.
Selain pemasangan spanduk, pihak kepolisian juga bakal menginstruksikan seluruh jajaran, termasuk para Bhabinkamtibmas dan personel di Polsek, untuk aktif memberikan imbauan langsung kepada masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai dan kolong, terutama pada pagi dan malam hari. Jika melihat atau mengetahui keberadaan buaya, segera laporkan kepada aparat desa atau kepolisian,” tutupnya.
Ia menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama Polres Bangka Barat. Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan warga dinilai menjadi kunci dalam mencegah terjadinya insiden serupa. (Bangkapos.com/Riki Pratama/ Arya Bima)