Stok Beras Bulog Kotim 7 Ribun Ton jelang Ramadan 2026, Cukup untuk 9 Bulan ke Depan
Haryanto February 12, 2026 12:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Kotawaringin Timur memastikan ketersediaan bahan pokok, khususnya beras, dalam kondisi aman.

Kepala Perum Bulog KC Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad mengatakan, stok beras yang tersedia saat ini mencapai kurang lebih 7.000 ton.

Jumlah itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sembilan bulan ke depan.

“Stok kita sangat aman, ada kurang lebih 7.000 ton. Kalau di hitungan internal kami, ketahanan stoknya sampai 9 bulan ke depan. Jadi untuk menghadapi Ramadan dan Lebaran insya Allah sangat aman,” ujar Azwar, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Dugaan Penggelapan, Bulog Kotim Tunggu Itikad Baik Ketua BUMDes Lampuyang, Belum Anggap Kerugian

Ia menjelaskan, wilayah kerja Bulog KC Kotim meliputi dua kabupaten, yakni Kotawaringin Timur dan Seruyan. 

Dengan jumlah stok tersebut, pihaknya optimistis kebutuhan masyarakat di dua daerah itu tetap terpenuhi.

Apalagi dalam waktu dekat akan memasuki masa panen raya pada Februari hingga Maret 2026. 

Bulog pun bersiap menyerap gabah petani untuk memperkuat cadangan beras pemerintah.

“Kita juga sedang menghadapi panen. Nanti Februari dan Maret puncaknya, otomatis kita serap lagi gabah petani. Itu akan menambah stok kita semakin kuat, baik untuk Lebaran maupun program intervensi harga pemerintah,” jelasnya.

Dari hasil survei lapangan yang dilakukan bersama instansi terkait, harga beras medium SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di pasaran bahkan terpantau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Tadi beberapa pedagang menjual Rp62.000 per kemasan, padahal HET-nya Rp65.500. Jadi untuk beras medium SPHP masih aman dan stabil, malah di bawah HET,” katanya.

Untuk harga di gudang Bulog, beras SPHP dipatok Rp11.300 per kilogram.

Azwar menambahkan, masyarakat yang ingin membeli beras SPHP dapat langsung mendatangi kantor Bulog di Jalan H.M. Arsyad Sampit atau melalui mitra pengecer dan Rumah Pangan Kita (RPK).

“Di Kotim sendiri ada hampir 40 RPK, dan di Seruyan sekitar 20-an RPK. Jadi masyarakat punya banyak alternatif untuk mendapatkan beras Bulog,” ungkapnya.

80 Persen Beras Lokal, Sisanya Impor
Dari total stok 7.000 ton tersebut, sekitar 80 persen merupakan beras lokal. 

Sementara 20 persen sisanya masih berupa beras impor yang tersimpan di gudang.

“Masih ada sisa impor di gudang kami, dari Vietnam dan Myanmar. Tapi harganya sama dengan beras medium karena statusnya medium PSO,” jelas Azwar.

Ia memastikan stok impor tersebut belum habis dan tetap disalurkan sesuai kebutuhan pasar.
Minyak Goreng dan Gula

Selain beras, Bulog KC Kotim juga memiliki stok minyak goreng dan gula, meski jumlahnya tidak terlalu besar.

Untuk minyak goreng premium, tersedia sekitar 4.000 hingga 5.000 liter. Selain itu, terdapat minyak goreng penugasan pemerintah sebanyak kurang lebih 6 truk atau sekitar 4.200 dus.

“Minyak penugasan itu kita jual Rp14.500 per liter. Nanti pengecer maksimal menjual sesuai HET Rp15.700,” katanya.

Sementara untuk gula pasir, Bulog hanya memiliki stok sekitar 7 ton, karena belum ada penugasan khusus dari pemerintah untuk komoditas tersebut.

“Gula kita memang tidak banyak, sekitar 7 ton, karena belum ada penugasan khusus,” ujarnya.

Dalam rangka menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pangan.

Azwar menyebut, secara nasional akan disiapkan 250 ribu paket sembako gratis untuk masyarakat miskin. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 37 ribu paket dialokasikan untuk Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Paketnya berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak 2 liter. Penyalurannya direncanakan selama Ramadan sampai Lebaran. Ini gratis untuk masyarakat miskin yang datanya sudah ditentukan,” jelasnya.

Selain SPHP yang dibuka sepanjang tahun, bantuan pangan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.

Tak hanya beras medium, Bulog KC Kotim juga menjual beras premium merek Monokawan dengan harga Rp77.000 per kemasan sesuai HET.

“Untuk premium, yang ada di kita saat ini merek Monokawan, dijual sesuai HET Rp77.000,” pungkas Azwar. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.