BANGKAPOS.COM, BANGKA – Antrean panjang ibu-ibu rumah tangga mewarnai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Merdeka, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (12/2/2025) pagi.
Ibu-ibu tampak memadati lapak-lapak sederhana yang berjajar rapi. Tangan-tangan mereka sigap meraih cabai merah yang mengkilap, memilah bawang yang masih beraroma tanah, membolak-balik kentang, hingga memilih wortel berwarna jingga cerah.
Sesekali terdengar suara tawar-menawar ringan, diselingi tawa kecil dan komentar tentang harga yang terasa lebih ramah di kantong.
Wajah-wajah serius itu berubah lega setiap kali kantong plastik terisi bahan dapur pilihan. Di sisi lain, antrean ibu-ibu mengular tertib di depan meja beras SPHP.
Mereka rela berdiri di bawah terik sinar matahari menunggu giliran demi membawa pulang beras dengan harga terjangkau. Setelah itu, sebagian melangkah ke lapak minyak goreng dan gula pasir.
Seorang warga Sukadamai, Siti (45), mengaku terbantu dengan adanya gerakan pangan murah ini. Menurutnya, harga kebutuhan dapur di pasar belakangan mengalami kenaikan, terutama cabai dan bawang.
“Alhamdulillah sangat membantu. Kalau di pasar cabai rawit dan bawang mahal, di sini harganya lebih murah. Jadi bisa beli lebih banyak untuk stok di rumah,” ujar dia kepada Bangkapos.com.
Dirinya pun rela mengantre untuk membeli beras SPHP. Ia mengatakan, beras dengan harga terjangkau sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya menjelang bulan puasa. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Selain membantu menekan pengeluaran rumah tangga, gerakan pangan murah dinilai mampu menstabilkan harga di pasaran. Memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Walaupun antre, nggak apa-apa, yang penting bisa dapat,” kata Siti.
Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan (Kabag Ekbang) Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Akil Akhmad, mengatakan GPM digelar sebagai respons atas kecenderungan kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang Ramadan.
Program ini bertujuan untuk menekan laju inflasi di daerah. Sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
“Menjelang Ramadan biasanya ada kenaikan harga, sehingga TPID Kabupaten Bangka Selatan melaksanakan GPM agar harga di pasar tetap stabil,” sebut Akil.
Menurutnya dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah menyediakan beras SPHP sebanyak 1.750 kilogram. Selain itu, sayur-mayur dan bumbu dapur mencapai 1.571 kilogram.
Rinciannya cabai besar 56 kilogram yang dijual Rp48.000 per kilogram, cabai rawit 35 kilogram dijual Rp84.000 per kilogram. Untuk komoditas bawang, tersedia bawang merah 150 kilogram dibanderol seharga Rp84.000 per kilogram.
Untuk komoditas bawang, disiapkan bawang merah 150 kilogram dengan harga Rp34.000 per kilogram, bawang putih 140 kilogram seharga Rp32.000 per kilogram dan bawang bombai 80 kilogram seharga Rp28.000 per kilogram. Bawang Pakistan 100 kilogram seharga Rp23.000 per kilogram, serta bawang Padang 110 kilogram seharga Rp28.000 per kilogram.
Sayur-mayur yang disediakan meliputi kentang 125 kilogram dengan harga Rp12.000 per kilogram, wortel 130 kilogram seharga Rp13.000 per kilogram, dan tomat 55 kilogram dengan harga Rp14.000 per kilogram.
Adapun bahan pokok lainnya terdiri dari minyak goreng sebanyak 48 liter dengan harga Rp19.000 per liter, gula pasir 40 kilogram seharga Rp17.500 per kilogram, serta tepung terigu 24 kilogram dengan harga Rp10.500 per kilogram. Sementara itu, buah-buahan yang disiapkan mencapai 310 kilogram, meliputi apel, jeruk dan pir.
“Harga bahan pokok yang dijual memang jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar. Selisihnya hampir Rp5.000-Rp10.000 per kilogram,” papar Akil.
Dikatakan Akil sebelumnya TPID Bangka Selatan telah melaksanakan operasi pasar pada pekan lalu. Ke depan, kegiatan serupa akan kembali digelar selama bulan Ramadan sebagai langkah berkelanjutan dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan.
Kegiatan operasi pasar murah dan gerakan pangan murah telah menjadi program rutin TPID Bangka Selatan dalam mengendalikan inflasi daerah.
Harga sejumlah komoditas di pasar masih tergolong tinggi, sehingga kehadiran GPM diharapkan mampu menjadi penyeimbang harga.
Bumbu dapur merupakan komoditas yang paling rentan mengalami kenaikan harga, terutama menjelang Ramadan. Bawang merah, bawang putih, serta cabai, khususnya cabai rawit sering kali mengalami lonjakan harga signifikan.
Dengan adanya gerakan pangan murah dan operasi pasar ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap daya beli masyarakat tetap terjaga serta inflasi daerah dapat dikendalikan selama Ramadan hingga Idulfitri mendatang.
“Insya Allah ke depan, di bulan Ramadan nanti kita juga akan melaksanakan GPM dan OPM,” katanya.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)