Mulai dari penyidikan kasus kematian Evia Maria Mangolo yang mulai bergulir, pelantikan puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sangihe, hingga komoditas kelapa di Kabupaten Minahasa Utara yang mulai dilirik Sri Lanka.
Kasus kematian Evia Maria Mangolo kini memasuki tahap penyidikan.
Evia yang merupakan mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) sebelumnya ditemukan meninggal dunia di salah satu indekos di Kota Tomohon, Selasa (30/12/2025).
Jenazah Evia kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Kelurahan Tatahedeng, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sabtu (3/1/2026).
Polda Sulawesi Utara (Sulut) kini melakukan penyidikan terkait dugaan pelecehan seksual terhadap Evia yang meninggal dunia secara tidak wajar di tempat kosnya.
Pantauan Tribunmanado.com, Kamis (12/2/2026) pagi, ayah dan ibu Evia tampak memberikan keterangan di Kantor Direktorat PPA dan PPO Polda Sulut.
Keduanya terlihat menjalani pemeriksaan secara terpisah oleh penyidik.
Antonius, ayah Evia, berharap aparat kepolisian dapat menuntaskan kasus tersebut sehingga memberikan rasa keadilan bagi keluarga.
Kematian Evia sendiri sempat menjadi polemik lantaran ditemukan sejumlah kejanggalan, termasuk adanya dugaan pelecehan di balik peristiwa tersebut.
Baca selengkapnya
Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Michael Thungari, melantik puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sangihe, Kamis (12/2/2026).
Pelantikan berlangsung di Gedung Serbaguna Rumah Jabatan Bupati.
Hingga Kamis siang, tercatat sebanyak 25 pejabat telah resmi dilantik. Para pejabat tersebut terdiri dari pejabat yang dimutasi maupun dipromosikan.
Adapun pejabat yang dilantik meliputi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, administrator, pengawas, hingga pejabat fungsional. Termasuk di antaranya sejumlah kepala sekolah dan tenaga medis.
Berikut daftar 25 pejabat yang dilantik:
1. Cherry Wesselly Londo, ST., M.Ec.Dev. — Kepala BPKPD
2. Christine Amelia Janis Makagansa, STP, M.Si — Kepala Dinas Lingkungan Hidup
3. Ronald Lumiu, SH — Kepala Dinas Kominfo
4. Stevi Barik, S.E. — Kepala Dinas Koperasi & UKM
5. Muchaerany Labora, S.Pi, M.Si — Kepala Dinas Perikanan
Baca selengkapnya
Negara Sri Lanka menunjukkan minat terhadap komoditas kelapa dari Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara.
Hal ini ditandai dengan kunjungan International Coconut Community (ICC) bersama Coconut Development Authority Sri Lanka ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minut, Rabu (11/2/2026).
Berdasarkan informasi yang dirangkum reporter Tribun Manado, Christian Wayongkere, di Kabupaten Minut terdapat delapan perusahaan kelapa yang tersebar di sejumlah wilayah.
Perusahaan tersebut berada di:
1. Desa Tontalete, Kecamatan Kema;
2. Desa Kawiley dan Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan;
3. Kelurahan Saronsong I, Kecamatan Airmadidi;
4. Desa Kawangkoan, Kecamatan Kalawat;
5. Desa Tetey, Kecamatan Talawaan;
6. Desa Treman, Kecamatan Kauditan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Minut, Novly Wowiling, mengatakan dalam pertemuan tersebut pihaknya memaparkan potensi Minut sebagai daerah penghasil kelapa berbasis ekonomi masyarakat desa.
“Keberadaan ini menjadi kekuatan pengembangan kelapa di Kabupaten Minut. Dari data yang ada, terdapat sekitar 50 hingga 60 ribu hektare lahan produktif penghasil kelapa. Selain budi daya, hilirisasi juga telah berjalan karena adanya pelaku industri pengolahan kelapa di Minut, sehingga produk bahan baku lokal dapat memenuhi kebutuhan negara lain,” jelas Novly Wowiling saat diwawancarai di ruang rapat Sekda, Rabu (11/2/2026).
Wowiling menambahkan, dalam pertemuan tersebut pihak Sri Lanka juga menawarkan kerja sama dengan Pemkab Minut untuk memenuhi tingginya kebutuhan komoditas kelapa di negara tersebut.
Baca selengkapnya