Sosok 2 Jenderal Bintang Satu TNI Kelahiran Sulsel Punya Jabatan Mentereng, Lulusan Akmil dan Unhas
Sudirman February 12, 2026 02:04 PM

TRIBUN-TIMUR.COM - Profil Brigjen Irfan Amir dan Brigjen Faridah Faisal.

Keduanya merupakan jenderal asal Sulsel.

Brigjen Irfan Amir lahir di Jeneponto.

Ia pecah bintang 3 Februari 2026.

Irfan Amir promosi jenderal bintang satu setelah ditugaskan di Danrindam XV/Ptm.

Sebelumnya ia menjabat Pa Sahli Tk. II KSAD.

Baca juga: Daftar 18 Jenderal Baru TNI: Ada Putra Sulsel Lulusan Akmil hingga eks Ajudan Wakil Presiden

Sementara Brigjen Faridah Faisal lahir di Makassar.

Brigjen Faridah Faisal dipercaya menjabat Kepala Pengadilan Militer Utama (Kadilmiltama) per 9 Februari 2026.

Ia Kadilmiltama ke-11 dan perempuan pertama menempati posisi Kadilmiltama.

Dilmiltama adalah pengadilan yang memeriksa dan memutus perkara pidana dan sengketa tata usaha militer pada tingkat banding yang telah diputus pada tingkat pertama di Pengadilan Militer Tinggi (Dilmilti).

Sebelum menjadi Kadilmiltama, Brigjen Faridah Faisal menjabat Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama sejak 27 Mei 2025 lalu.

Ia juga lulusan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Profil Dua Jenderal TNI Asal Sulsel:

Brigjen Irfan Amir

Irfan Amir adalah perwira TNI kelahiran Jeneponto Sulsel 7 Desember 1978 silam.

Ia jebolan Akademi Militer (Akmil) 2000.

Sebelumnya, Irfan Amir menjabat Pa Sahli Tk. II KSAD dipromosi menjabat Danrindam XV/Ptm.

Ia juga pernah menjabat Komandan Grup 1 Kopassus.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Akmil pada 2000 silam, ia lulus pendidikan Kopassus.

Sejak remaja, ia telah menunjukkan karakter militan dan pantang menyerah.

Ia berhasil menembus seleksi masuk Akademi Militer Magelang, dan setelahnya, lulus pendidikan Kopassus.

Baginya, Serang, khususnya Grup 1 Kopassus tidak asing.

Di satuan inilah pertama kali ia ditempatkan, saat berpangkat Letnan Dua.

Kemudian berturut-turut pindah tugas ke Grup 3 Kopassus, dengan posisi terakhir Wadanyon-32 Grup 3 Kopassus.

Penugasan berikutnya sebagai Pabanda Lid Sintel Kopassus (2014), Pabanda Bhakti TNI Ster Kopassus (2016), Kasi Pers Grup B Paspampres (2017).

Sempat menjabat Dandim 1425/Jeneponto (2019).

Saat bertugas di tanah kelahirannya itu, Irfan kerap menularkan semangat menanam pohon dan menjaga alam.

Setahun kemudian kembali masuk Korps Baret Merah sebagai Waaster Danjen Kopassus.

Ayah tiga orang anak dari istrinya, Wahyuni Burhanuddin ini menjabat Aster Kopassus sebelum ditugaskan menjadi Dangrup 1 Kopassus.

Sejumlah penugasan, akan menjadi bekal memimpin Grup 1.

Di antaranya, pernah bertugas di Kompi Parako 13 Aceh, Satgas Merpati Kodam VII/Wirabuana.

Penugasan penting lain adalah Satgas Namengkawi, Papua serta sejumlah penugasan di luar negeri.

Brigjen Faridah Faisal

Brigjen Faridah Faisal Kepala Pengadilan Militer Utama (Kadilmiltama).

Brigjen TNI Faridah Faisal SH MH merupakan sosok jenderal perempuan Pati TNI kelahiran Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), 23 Juni 1968.

Meski disebutkan lahir di ibu kota Provinsi Sulsel itu, Brigjen Faridah tumbuh besar dan bersekolah di Kota Kendari, ibu kota Sulawesi Tenggara (Sultra).

Brigjen Faridah berdomisili, menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah atasnya, di ibu kota Provinsi Sultra ini.

Dia dulunya berdomisili di Jalan Beringin, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Kini jalan tersebut berlokasi persis di sisi kiri Lippo Plaza, salah satu pusat perbelanjaan di Kota Lulo.

Dia menyelesaikan sekolah dasarnya yang berlokasi tak jauh dari kediamannya, Sekolah Dasar (SD) 1 Wua-Wua.

Menyelesaikan pendidikan menengah pertamanya di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kendari.

Sekolah ini berlokasi di Jalan Dr Sam Ratulangi, Kelurahan Kemaraya.

Selanjutnya, menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri atau SMAN 1 Kendari.

Brigjen Faridah angkatan 1983 (1983-1986) di sekolah yang berlokasi di Jalan Mayjen Sutoyo, Kelurahan Tipulu, tersebut.

Istri dari Ir Budi Santoso MSi ini kemudian melanjutkan pendidikannya di Kota Makassar, Provinsi Sulsel.

Dia menempuh pendidikan sarjana hukum (SH) di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin atau FH Unhas, 1987-1991.

Brigjen Faridah juga menyandang gelar Magister Hukum (MH) dari universitas ini tahun 2011.

Karir Pengadilan Militer

Selepas sarjana, Brigjen Faridah mengikuti Sekolah Perwira Militer Wajib (Sepamilwa).

Dia alumni Sepamilwa angkatan 1992, berasal dari kecabangan Korps Hukum (Chk). 

Lembaga pendidikan pembentukan perwira TNI yang berasal dari lulusan perguruan tinggi (D4/S1) itu kini dikenal Sekolah Perwira Prajurit Karier atau Sepa PK TNI.

Selepas menyandang pangkat Letnan Satu (Lettu) TNI, dia memulai karirnya di Komando Hukum Daerah Militer (Kumdam) VII Wirabauna (Kodam XIV/Hasanuddin) di Kota Makassar.

Berbagai jabatan strategis pun pernah diembannya, tak hanya Pengadilan Militer (PM) di ibu kota Provinsi Sulsel ini.

Tetapi diberbagai wilayah di Indonesia, pernah menjadi Kepala Pengadilan Militer atau Kadilmil II-11 Yogyakarta.

Selanjutnya, Kadilmil III-16 Makassar, Kepala Pengadilan Tinggi Militer (Kadilmilti) III Surabaya, hingga Kadilmilti II Jakarta.

Brigjen Faridah lalu menjabat Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung, hingga Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama.

Terbaru, dia resmi menjabat Kadilmiltama yang berada di ibu kota negara, daerah hukumnya meliputi seluruh wilayah RI.

Pengadilan Militer Utama melakukan pengawasan penyelenggaraan peradilan di semua lingkungan Pengadilan Militer, Pengadilan Militer Tinggi (Dilmilti), dan Pengadilan Militer Pertempuran se-Indonesia.

Sejumlah kasus besar yang menarik perhatian publik pun pernah ditanganinya.

Salah satunya yaitu kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Kolonel Inf Priyanto terhadap sejoli Handi dan Salsabila di Jawa Barat pada tahun 2021.

Selain itu, Brigjen Faridah juga pernah menangani kasus Tragedi Cebongan yang melibatkan Serda Ucok Tigor Simbolon.

Biodata Brigjen Faridah

Berikut biodata Brigjen Faridah Faisal yang kini menjabat Kepala Pengadilan Militer Utama (Kadilmiltama):

Data diri:

Nama: Brigjen TNI Faridah Faisal SH MH

Lahir: Makassar, 23 Juni 1968 (usia 57 tahun)

Suami: Ir Hendro Budi MSi

Anak: Fadil Cakra P, Dwi Bimo W, Jeimima Amelia P

Pendidikan Umum:

SDN 1 Wua-Wua Kendari (1980)

SMPN 1 Kendari (1983)

SMAN 1 Kendari (1986)

S1 Fakultas Hukum Unhas Makassar (1991)

S2 Hukum Unhas (2011)

Pendidikan Militer:

Sepamilwa (1992)

SekalihpaKum (1997)

Suspaminmildata (1999)

Selapa Kum (2001)

Susjabkimmil (2004)

Riwayat Karir:

Pama Kumdam VII/Wirabuana (15/02/1991)

Anggota Pok Banhatluhkum Gol VII Kumdam VII/Wirabuana (01/05/1993)

Anggota Pok Banhatluhkum Gol VII Kumdam VII/Wirabuana (01/01/1996)

Kasi Undang Kumdam VII/Wirabuana (02/11/2001)

Kasi Dukkum Kumdam VII/Wirabuana (01/05/2004)

Kaurdak Otmil III-16 Makassar (03/05/2005)

Pamen MA (28/02/2006)

Anggota Pokkimmil Gol VI Dilmil III-16 Makassar (20/03/2006)

Anggota Pokkimmil Gol VI Dilmil II-09 Bandung (10/05/2010)

Anggota Pokkimmil Gol V Dilmil II-09 Bandung (28/02/2011)

Kadilmil II-11 Yogyakarta (08/05/2012)

Waka Dilmil III-12 Surabaya (15/09/2014)

Kadilmil III-16 Makassar (01/10/2015)

Anggota Pokkimmilti Gol IV Dilmilti II Jakarta (15/08/2018)

Waka Dilmilti III Surabaya (2020)

Kadilmilti III Surabaya (23/06/2021)

Kadilmilti II Jakarta (21/01/2022)

Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung (07/02/2024)

Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama (27/05/2025).(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.