SURYA.co.id, BANYUWANGI - Sebagian besar bangkai KMP Tunu Pratama Jaya telah terangkat dari dasar laut Selat Bali, Kamis (12/2/2026).
Bangkai yang telah diangkat akan diangkut ke tempat peleburan di Surabaya.
Tongkang bercakar yang mengangkat bangkai tersebut bersandar di dermaga Pantai Marina Boom.
Bangkai kapal dan kendaraan yang dibawa oleh tongkang akan dipindahkan ke daratan menggunakan truk besar.
Baca juga: Jenazah Ketiga Korban KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan di Gilimanuk, Kondisi Tak Utuh
"Yang telah terangkat sudah sekitar 80 persen," kata Perwakilan PT Buto, Jonathan Chandra kepada SURYA.co.id, Kamis (12/2/2026).
PT Buto merupakan perusahaan yang ditunjuk oleh asuransi untuk mengangkat bangkai KMP Tunu Pratama Jaya.
Proses pengangkatan berlangsung sejak 26 Januari 2026.
Jonathan menjelaskan, sebagian besar bagian kapal telah terangkat.
Termasuk 20 unit mobil kendaraan. Kendaraan itu terdiri dari 14 truk, 2 mobil, dan 4 sepeda motor.
Dengan terangkatnya sebagian besar bangkai KMP Tunu Pratama Jaya itu, Jonathan optimistis seluruh proses pengangkatan bakal rampung dalam waktu dekat.
Sebelumnya, proses pengangkatan bangkai ditargetkan rampung dalam 20 hari.
Namun, kondisi arus di Selat Bali yang kuat membuat proses tersebut tak berjalan mulus.
"Kadang dalam sehari, teman-teman hanya bisa bekerja 3 jam. Arus di Selat Bali sangat deras," ujar Jonathan.
Rencananya, proses pemindahan bangkai dari tongkang ke daratan bakal memakan waktu dua hingga tiga hari.
Setelahnya, tongkang bercakar bakal kembali ke titik bangkai KMP Tunu untuk melanjutkan pengangkatan.
"Hanya tinggal satu bagian saja yang belum terangkat. Yaitu bagian depan kapal. Tapi ukurannya besar. Kami perkirakan tanggal 17 (Februari) sudah selesai," ucap dia.