TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan sederet program komprehensif.
Mulai dari pemantauan stabilitas pangan, penyesuaian layanan publik, hingga rangkaian kegiatan literasi religi telah disiapkan untuk memastikan warga dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengungkapkan, Pemkot berkomitmen hadir di tengah masyarakat melalui ragam kegiatan yang menyentuh sisi spiritual maupun kebutuhan pokok.
Langkah-langkah tersebut, disampaikannya dalam jumpa media yang berlangsung di kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (12/2/2026) siang.
"Ramadan tahun ini kami fokuskan pada penguatan ukhuwah dan harmoni umat, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok tetap terjaga," ujarnya.
Salah satu agenda utama adalah Safari Ramadan yang mencakup Safari Tarawih setiap Selasa dan Kamis di 7 masjid, serta Safari Subuh setiap Sabtu dan Ahad di 7 masjid lainnya.
Dalam kegiatan ini, Pemkot juga akan menyalurkan bantuan hibah sebesar Rp10 juta per masjid, ditambah alokasi dari Baznas Kota Yogyakarta sebesar Rp2 juta per masjid.
Sedangkan di lingkup Balai Kota, Masjid Pangeran Diponegoro selama bulan Ramadan mendatang bakal menjadi pusat rangkaian kegiatan syiar Islam.
Baca juga: Komunitas Suara Ibu Indonesia di Yogyakarta Bakal Gelar Aksi Karaoke WNI Mumet
Program yang disiapkan antara lain Z-Ifthor Kuliner dan buka bersama hasil kerja sama dengan Baznas, Pesantren Dhuafa, sampai peringatan Nuzulul Qur’an.
"Jadi, setiap hari di Balai Kota Yogya, khususnya di Masjid Pangeran Diponegoro, akan rutin diselenggarakan berbagai kegiatan keagamaan," ucapnya.
Menyikapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras, telur ayam, dan aneka cabai, Pemkot Yogyakarta melalui TPID telah menyusun langkah strategis.
Misalnya, Dinas Perdagangan akan menggelar Pasar Murah di 14 Kemantren yang menyediakan total kuota 48 ton komoditas mulai dari beras, gula, hingga minyak goreng.
"Kami juga mengoptimalkan kerja sama antar daerah dengan Sleman, Bantul, dan Blitar untuk menjamin pasokan beras, cabai, dan telur ayam tetap aman," lanjut Wawan.
Lebih lanjut, Wawali menyampaikan, selama bulan puasa, jam layanan perkantoran di lingkungan Pemkot Yogyakarta akan mengalami penyesuaian.
Jam kerja umum pada hari Senin-Kamis menjadi pukul 07.30-14.45 WIB, lalu layanan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit Pratama juga disesuaikan namun tetap dipastikan optimal.
Terkait upaya cipta kondisi, usaha hiburan malam, karaoke, serta panti pijat diwajibkan tutup pada tiga hari pertama Ramadan dan saat Idulfitri.
Sementara, di luar itu, jam operasional hiburan malam dibatasi mulai pukul 21.00 WIB hingga 00.00 WIB, untuk menjaga kekhusyukan ibadah.
Tak hanya sisi ekonomi dan ibadah ritual, semarak bulan suci juga dituangkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan mengusung tajuk "Ramadan Penuh Makna: Menguatkan Iman, Menumbuhkan Literasi".
Warga Kota Yogyakarta dapat menikmati deretan kegiatan seperti Kelas Aksara Pegon, nonton bareng di Cinema Ramadan, hingga kelas literasi kreatif pembuatan hijab dan hampers lebaran.
"Kami ingin Ramadan ini menjadi momen bagi anak-anak dan generasi Z untuk tetap produktif dan mencintai literasi melalui cara-cara yang menyenangkan," pungkas Wawan. (aka)