Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Menjelang bulan suci Ramadan 2026, warga Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menggelar aksi gotong royong membersihkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karlez, Minggu (12/2/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh warga dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua, pemuda, hingga anak-anak yang turut membantu dengan alat seadanya.
Pembersihan difokuskan pada rumput liar dan semak belukar yang selama ini tumbuh subur dan nyaris menutupi akses jalan masuk menuju TPU.
Kondisi tersebut kerap menyulitkan warga, terutama saat hendak berziarah ke makam keluarga.
“Rumput sudah tinggi sekali, hampir menutup jalan masuk. Kalau dibiarkan, warga yang mau ziarah pasti kesulitan,” ujar Gasin Karith, salah satu warga.
Baca juga: Perkara Bansos Malteng, Haurissa: Publik Jangan Vonis Anggota DPRD Korupsi
Baca juga: Jelang Sidang ke-57 Klasis GPM Pulau Ambon, Ketua Klasis Tekankan Gumulan Persoalan Keumatan
Dengan menggunakan parang, cangkul, dan alat sederhana lainnya, warga bahu-membahu membuka kembali jalur menuju TPU agar dapat dilalui dengan lebih mudah dan aman.
Rumput dan semak yang telah ditebas kemudian dikumpulkan dan dibersihkan dari area pemakaman.
Tak hanya membersihkan lingkungan TPU, warga juga melakukan perbaikan pada jalan masuk yang mengalami kerusakan.
Sejumlah lubang jalan yang sebelumnya tergenang air akibat hujan ditutup menggunakan batu dan material seadanya.
“Kalau hujan, jalan ini tergenang air dan licin. Jadi kami tutup lubang-lubang pakai batu supaya bisa dilewati dengan aman,” katanya.
Kata dia, kegiatan gotong royong ini merupakan agenda rutin yang biasa dilakukan setiap menjelang bulan Ramadhan.
Selain sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci, kegiatan ini juga bertujuan memudahkan masyarakat yang akan melakukan ziarah kubur.
“Ini sudah jadi kebiasaan kami setiap menjelang Ramadhan. Selain membersihkan makam, kami juga ingin menjaga kebersamaan antarwarga,” ujarnya.
Meski begitu, dirinya berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah setempat untuk memperhatikan akses jalan masuk menuju lokasi tersebut.
“Kami berharap ke depan ada perhatian lebih terhadap akses jalan ke TPU ini, supaya warga bisa berziarah dengan lebih nyaman,” tandanya.(*)