- Pemeriksaan Jokowi di Mapolresta Solo pada Rabu (11/2/2026) sore terkait kasus dugaan ijazah palsu langsung memicu reaksi publik.
Pakar telematika Roy Suryo turut angkat bicara dan menegaskan bahwa langkah kepolisian memeriksa Jokowi sudah sangat tepat demi keadilan.
Roy Suryo menekankan bahwa semua warga negara, tanpa terkecuali, memiliki kedudukan yang sama dan setara di mata hukum.
Mantan Menpora ini mengaku sempat bingung pemeriksaan tersebut terkait kasus yang mana, mengingat banyaknya laporan yang menyeret nama Jokowi.
Ia merinci beberapa laporan yang ada, mulai dari aduan Rismon Sianipar hingga gugatan citizen lawsuit (CLS) yang dilayangkan kuasa hukum Muhammad Taufiq.
"Soal apa ya, kan soalnya laporan terhadap Jokowi itu juga banyak, ada Bang Rismon juga lapor, ada CLS, ada banyak," cetus Roy saat ditemui di Mapolda Metro Jaya.
Meski demikian, Roy Suryo kembali menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap Jokowi adalah hal yang layak dan memang harus dilakukan oleh pihak berwajib.
“Tapi emang harus diperiksa, setiap orang tuh sama kedudukannya di depan hukum ya,” kata dia.
Di sisi lain, Jokowi terpantau sangat irit bicara kepada awak media setelah menjalani proses penyidikan yang cukup panjang tersebut.
Jokowi hanya memberikan pernyataan singkat bahwa kehadirannya di kantor polisi adalah untuk menjalani serangkaian pemeriksaan tambahan.
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, mengklarifikasi bahwa pemeriksaan ini berhubungan erat dengan laporan polisi yang diajukan pihaknya sendiri ke Polda Metro Jaya.
Proses penyidikan tambahan itu sendiri berlangsung secara tertutup selama kurang lebih 2,5 jam sebelum akhirnya Jokowi meninggalkan lokasi.
(*)
# Mapolresta Solo # jokowi # ijazah # Roy Suryo