Cara Unik Gatotkaca Edukasi Sopir Bus dan Truk di Gerbang Tol Nganjuk
Ndaru Wijayanto February 12, 2026 10:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Personel Patroli Jalan Raya (PJR) Jatim VI punya cara unik dalam menyosialisasikan keselamatan berkendara di jalan tol. 

Dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2026, mereka melibatkan tokoh pewayangan Gatotkaca untuk menyampaikan imbauan kepada para pengendara, Kamis (12/2/2026).

Kehadiran Gatotkaca di sekitar Gerbang Tol Nganjuk pun menyedot perhatian pengguna jalan. Kegiatan ini juga melibatkan jajaran PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO).

Kanit PJR Jatim VI, AKP Matheus Jaka, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan langkah preventif guna mencegah pelanggaran lalu lintas dan menekan risiko kecelakaan.

"Sesuai arahan pak Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadan Kasat PJR Polda Jatim, AKBP Hendrix Kusuma Wardhana kami terus memberikan imbauan atau sosialisasi kepada pengguna jalan tol," katanya, Kamis (12/2/2026). 

"Pada kesempatan kali ini, sosialisasi kami kemas dengan melibatkan personel berkostum Gatotkaca," tambahnya. 

Baca juga: Gatotkaca dan Werkudara Turun ke Jalan, Kawal Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Kota Blitar

Jaka menjelaskan, sosialisasi menyasar kendaraan truk dan bus yang mengarah masuk ke gerbang Tol Nganjuk. 

Para sopir truk dan bus diedukasi supaya tidak menggunakan lajur kanan jalan tol. Pasalnya, lajur kanan diperuntukkan bagi kendaraan berkecepatan lebih tinggi untuk mendahului. 

"Bus dan truk diimbau melaju di lajur kiri jalan tol. Dampaknya jika mereka melaju di lajur kanan akan berpotensi menyebabkan kemacetan serta meningkatkan risiko kecelakaan. Keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di tol bisa terganggu," jelasnya. 

Ia mengungkapkan, pemilihan tokoh pewayangan Gatotkaca bukan tanpa alasan. 

Gatotkaca punya julukan otot kawat tulang besi. Artinya berkarakter kuat dan perkasa. 

Sama halnya, sopir truk dan bus, mereka sosok yang tangguh mencari nafkah demi keluarga. 

"Harapannya, para sopir ini kalau mau berangkat benar-benar menjaga kesehatan dan staminanya. Tidak mudah mengantuk. Doa kami selamat sampai tujuan," ungkapnya. 

Seorang sopir bus, Ari Hadiono (41) menyambut baik sosialisasi tim PJR Jatim VI. 

Bus yang dia kendarai berangkat dari Malang menuju Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan. 

"Sosialisasinya yang dilakukan kreatif. Saya jadi mudah menangkap penjelasannya. Tentu, saya berkomitmen mematuhi aturan lalu lintas saat berkendara," paparnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.