Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti
WARTAKOTALIVE.COM, TAMAN SARI -- Suasana Pecinan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, mulai terasa berbeda menjelang Tahun Baru Imlek 2026.
Rintik hujan yang turun perlahan menyatu dengan wangi dupa dan alunan musik khas Tionghoa, menciptakan atmosfer tenang dan magis di Vihara Dharma Jaya Toasebio, salah satu kelenteng tertua di kawasan tersebut.
Warna merah yang mendominasi ruangan terlihat semakin menyala, kontras dengan tembok-tembok tua yang menyimpan jejak sejarah panjang Glodok sebagai pusat komunitas Tionghoa di Jakarta.
Pantauan di lokasi Kamis (12/2), umat yang datang untuk beribadah terlihat hilir mudik memasuki area vihara.
Ada yang membawa dupa, ada pula yang sekadar berdiri sejenak memandangi altar sembari menundukkan kepala dalam doa.
Di sudut lain, beberapa wisatawan mancanegara tampak mengabadikan momen, terpikat oleh detail arsitektur dan ornamen klasik yang masih terjaga.
Baca juga: Orkes Musik Gambang Kromong Ramaikan Perayaan Imlek di Kampung Kampung Cina Betawi Limo Depok
Meski dikenal sebagai salah satu kelenteng bersejarah, persiapan menyambut Imlek di Vihara Dharma Jaya Toasebio dilakukan tanpa kemeriahan berlebihan.
Hartanto Wijaya (66), salah satu pengurus vihara, mengatakan tidak ada perubahan drastis tahun ini.
“Persiapannya sederhana saja. Paling mengganti lampion dan mengecat beberapa bagian,” ujarnya di lokasi.
Menurutnya, yang terpenting bukanlah kemegahan dekorasi, melainkan kesiapan batin menyambut tahun yang baru.
Minggu (8/2) vihara telah melaksanakan ritual sakral pembersihan patung-patung dewa, sebuah tradisi yang memiliki jadwal khusus sesuai penanggalan Tionghoa.
Baca juga: Jakarta Semarak Imlek, Sudirman–Thamrin Jadi Panggung Perayaan 13–17 Februari
Prosesi tersebut menjadi simbol penyucian diri sekaligus harapan akan keberkahan di tahun mendatang.
Dia menyebut, vihara mampu menampung 300 umat dengan bergantian sembayangnya.
Setiap Imlek, vihara ini tak hanya dipadati umat yang hendak bersembahyang, tetapi juga wisatawan, termasuk turis asing.
Letaknya yang berada di jantung kawasan wisata Pecinan dan tak jauh dari Kota Tua menjadikan vihara ini salah satu destinasi yang kerap masuk dalam rute tur sejarah.
Para pengunjung biasanya datang didampingi pemandu wisata untuk memahami kisah panjang vihara yang telah berdiri sejak ratusan tahun silam.
Menjelang pergantian tahun, harapan pun mengalir dari dalam vihara tua ini.
Hartanto berharap Imlek 2026 membawa keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat di Indonesia.(m27)