Hasil Temuan Mengejutkan Tim Gabungan yang Menyisir Kawasan Pasar Los Batu HSS Kalsel
Edi Nugroho February 13, 2026 12:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN -  Hasil temuan mengejutkan tim gabungan yang menyisir Pasar Los Batu HSS Kalsel.

Berdasarkan hasil pengecekan, ternyata ada beberapa komoditas yang melebihi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) dan  Harga Acuan Penjualan (HAP).

Harga kebutuhan pokok di Pasar Los Batu Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dilakukan pengecekan oleh tim gabungan.

Tim terdiri dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan tim Sapu Bersih (Saber) Polres HSS, bersama dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan PTSP HSS mengecek dan memantau harga, termasuk keamanan dan mutu pangan, Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Mediasi Mentok, Dirjen ESDM Pastikan Tak Ada Aktivitas PT SSC di Lahan Transmigran Bekambit Kotabaru

Baca juga: Isi Tuntutan Ratusan Karyawan PT Hillcon yang Mengadu ke DPRD Kotabaru Kalsel, Singgung Dua Hal

Setiap toko disisir dan dilakukan pengecekan oleh tim gabungan terkait harga 14 komoditas utama. 

Tidak hanya pantauan, petugas juga berdialog dengan pedagang untuk menyerap informasi terkait kondisi pasokan dan dinamika harga di lapangan. 

Hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan bahan pokok di Pasar Los Batu dalam kondisi cukup dan harga relatif stabil. 

Perwakilan Bapanas, Zelinda Aguatina menyebutkan pengecekan dan pemantauan bagian kegiatan rutin di berbagai daerah.

“Ini untuk memastikan stabilitas pangan nasional tetap terjaga, terutama menjelang momen-momen yang berpotensi meningkatkan permintaan,” katanya.

Sementara, Kapolres HSS AKBP Awaluddin Syam melalui Kanit II Tipidter, Satreskrim Polres HSS mengungkapkan saat pengecekan langsung kepada para pedagang 14 Komoditas pangan tersebut tidak ditemukan pelanggaran keamanan dan mutu.

“Namun, berdasarkan hasil pengecekan ada beberapa komoditas yang melebihi dari HET/HAP,” jelasnya.

Berikut daftar harga pengecekan di lapangan terhadap 14 Komoditas pangan, jagung: Rp 4000/kg, kedelai lokal Rp 20.000/kg, bawang merah Rp 35.000/kg, bawang putih Rp 35.000/kg, cabai merah besar Rp 90.000/kg, cabai rawit merah Rp 60.000/kg.

Kemudian, minyaKita Rp 15.700/liter, beras premium Rp 83.000/5kg, telur ayam ras Rp 30.000/kg, daging ayam ras Rp 40.000/kg, daging sapi Rp 150.000/kg, daging kerbau, beras medium Rp 14.000/kg, Cabai merah keriting Rp 35.000/kg.

Diharapkan adanya sinergi antar instansi semakin kuat dalam menjaga stabilitas harga pangan, menekan laju inflasi, serta rasa aman ke masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. 

Apa bedanya Harga Eceran Tertinggi (HET) dan  Harga Acuan Penjualan (HAP):

HET batas maksimal harga jual di tingkat konsumen (ritel) yang mengikat secara hukum dengan sanksi tegas

Sedangkan Harga Acuan Penjualan (HAP) adalah pedoman atau acuan harga di tingkat produsen/grosir yang lebih fleksibel. HET berfokus melindungi konsumen akhir, sementara HAP bertujuan menjaga kewajaran harga rantai pasok. 

Berikut adalah detail perbedaan HET dan HAP:

Definisi: HET merupakan harga tertinggi yang boleh dikenakan untuk produk di tingkat konsumen akhir, seringkali ditetapkan untuk komoditas pangan, benih, atau obat. HAP adalah harga acuan sebagai pedoman transaksi, sering digunakan untuk komoditas pertanian di hulu/menengah.
    
Kekuatan Hukum & Sanksi: HET bersifat mengikat, sehingga penjual yang melanggar dapat dikenakan sanksi peraturan yang berlaku. HAP lebih bersifat fleksibel dan tidak seketat HET, sering digunakan untuk menjaga stabilitas harga tanpa sanksi yang mengikat.
    
Fokus Titik Jual: HET berlaku di tingkat pengecer atau konsumen akhir. HAP berlaku di tingkat produsen atau grosir.
    
Tujuan: HET bertujuan untuk menjamin harga jual barang tidak melebihi batas yang ditentukan (melindungi daya beli). 

HAP bertujuan menjaga keseimbangan harga dari petani/produsen hingga ke grosir. 

Secara ringkas, HET adalah batas harga maksimal yang wajib dipatuhi pengecer/

Sedangkan HAP adalah panduan harga yang lebih fleksibel, umumnya untuk mengawal stabilitas harga bahan pangan sebelum sampai ke konsume

(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.