Bos Manchester United Jim Ratcliffe Minta Maaf Usai Pernyataan Anti-Imigran Picu Kritik
Wawan Akuba February 12, 2026 11:38 PM

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemilik bersama Manchester United, Jim Ratcliffe, pada Kamis menyampaikan permintaan maaf setelah pernyataannya yang dinilai bernada anti-imigran menuai kritik luas dari pemimpin politik hingga para penggemar sepak bola.

Miliarder yang juga menjabat sebagai pemilik perusahaan kimia Ineos tersebut sebelumnya memicu kontroversi setelah mengatakan bahwa Inggris telah “dijajah” oleh imigran.

Ratcliffe dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Inggris sekaligus figur berpengaruh dalam isu politik dan ekonomi.

Namun, pernyataannya tersebut langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, bahkan secara terbuka menilai pernyataan Ratcliffe sebagai sesuatu yang keliru dan menyinggung.

Baca juga: Kronologi Bentor Tabrak Mobil di Depan Kantor Polantas Kota Gorontalo

“Pernyataan tersebut menyinggung dan salah,” kata Starmer pada Rabu.

Menanggapi gelombang kritik, Ratcliffe kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang berisi permintaan maaf atas pilihan kata yang digunakannya.

“Saya menyesal jika pilihan bahasa saya telah menyinggung sebagian orang di Inggris dan Eropa,” kata Ratcliffe dalam pernyataannya pada Kamis.

Ratcliffe, yang saat ini tinggal di Monako, wilayah yang dikenal sebagai surga pajak, melontarkan komentar kontroversial itu dalam sebuah wawancara panjang bersama Sky News.

Dalam wawancara tersebut, ia membahas berbagai isu, mulai dari tantangan industri kimia Eropa, kondisi politik, hingga melemahnya ekonomi Inggris.

Dalam pernyataannya, Ratcliffe mengaitkan persoalan ekonomi Inggris dengan jumlah penerima bantuan sosial dan tingginya arus imigrasi.

Baca juga: Wamen Distisaintek Stella Apresiasi Hasil Penelitian UNG

“Anda tidak bisa memiliki ekonomi dengan 9 juta orang menerima tunjangan sosial dan tingkat imigrasi yang sangat tinggi,” kata Ratcliffe. “Maksud saya, Inggris telah dijajah.”

Pernyataan tersebut memicu perdebatan publik, terutama karena Ratcliffe kini menjadi salah satu tokoh penting di Manchester United, klub sepak bola dengan basis penggemar global yang besar dan beragam.

Kontroversi ini menambah sorotan terhadap peran tokoh bisnis besar dalam menyampaikan pandangan politik dan sosial, khususnya ketika mereka memiliki pengaruh luas terhadap publik. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.