Dukung Program Nasional, DLH Abdya Bagikan Tong Sampah ke Sejumlah Instansi Pemerintah 
Eddy Fitriadi February 13, 2026 01:03 AM

 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pemerintah Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membagikan puluhan tong sampah ke sejumlah instansi pemerintah kabupaten setempat.

Hal ini dilakukan sebagai pilot project mendukung kebersihan lingkungan di lingkungan perkantoran pemerintah.

Selain di perkantoran, DLH Abdya juga menempatkan tong sampah di beberapa titik strategis di pusat Kota Blangpidie. 

Penempatan itu menyasar area yang selama ini dinilai rawan penumpukan sampah. 

Kepala DLH Abdya, Armayadi, mengatakan pembagian tong sampah itu merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aksi Bersih Sampah dan Pemilahan di Rumah). 

Dengan ketersediaan fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan lebih mudah membuang sampah pada tempatnya.

Menurut Armayadi, gerakan tersebut menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan sejak dari sumbernya. 

“Upaya ini kita lakukan sebagai bentuk dukungan Gerakan Nasional Indonesia,” kata Armayadi, Kamis (12/2/2026).

Selain pendistribusian tong sampah, DLH Abdya juga menggencarkan berbagai langkah strategis untuk mewujudkan visi Arah Baru Abdya Maju yang bebas sampah. 

"Salah satunya dengan membentuk forum diskusi bersama aparatur desa. Pendekatan persuasif dilakukan, agar seluruh elemen pemerintahan desa terlibat aktif dalam pengelolaan sampah di wilayah masing-masing," ujarnya.

Armayadi menjelaskan, pihaknya turut mensosialisasikan program strategis nasional terkait pengelolaan sampah. 

Isu tersebut, katanya, kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat dengan target penyelesaian secara menyeluruh pada 2029.

“Kami menjelaskan program strategis nasional tentang pengelolaan sampah. Mengingat isu pengelolaan sampah di Indonesia kini memasuki perbincangan serius, fokus pemerintah pusat di tahun 2029 ini persoalan sampah segera tuntas,” jelasnya.

Target tersebut, kata Armayadi, merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 yang menargetkan 100 persen pengelolaan sampah nasional rampung pada 2029. 

Dalam sejumlah pertemuan dengan aparatur desa, DLH Abdya juga mengedepankan strategi 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle. 

Konsep ini dinilai sebagai langkah paling mendasar yang bisa diterapkan di tingkat rumah tangga maupun desa.

“Strategi 3R adalah bentuk penanganan sampah yang terdiri dari tiga unsur yaitu mengurangi, menggunakan ulang, dan mendaur ulang. Hal ini bisa dilakukan oleh siapa saja,” kata Armayadi.

Baca juga: Pon Yaya Kukuhkan Pengurus KONI Abdya dan Subulussalam, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

Di sisi lain, DLH Abdya turut merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Regional (TPSTR). 

Fasilitas ini nantinya diharapkan mampu meminimalkan sampah yang terbuang sia-sia serta meningkatkan nilai guna limbah.

Armayadi menyebutkan, sejumlah desa telah menyatakan kesediaan menyediakan lahan untuk pembangunan TPSTR.

“Sekarang kita sudah dapat persetujuan dari desa tentang ketersediaan lahan TPSTR, sudah ada yang menyetujuinya. TPSTR harus ada minimal satu permukiman ada satu,” ujarnya. 

Ia menambahkan, dukungan tersebut menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan program pengelolaan sampah di Abdya. 

“Alhamdulillah, sebagian kecil sudah menyatakan mendukung program nasional ini,” pungkas Armayadi. (*)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.