Dukung Gentengisasi, Ketua DPRD Kaltara Sebut dari Sejak Kecil Atap Rumah Sudah Pakai Genteng
Junisah February 12, 2026 10:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR-Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie angkat bicara terkait program gentengisasi atau penggunaan atap rumah dari genteng yang belakangan ramai diperbincangkan.

Menurut Achmad Djufrie, penggunaan genteng sejatinya bukan hal baru bagi masyarakat Kaltara.

Bahkan, kata dia, sejak dulu rumah-rumah warga sudah menggunakan genteng maupun sirap sebelum akhirnya beralih ke seng.

“Rumah saya dulu waktu masih kecil sudah pakai genteng. Jadi sebenarnya ini bukan hal baru. Dulu kita pakai genteng dan sirap,” kata Achmad Djufrie.

Ia menjelaskan, sirap yang dahulu digunakan umumnya berasal dari kayu ulin. Namun, seiring waktu, ketersediaan kayu ulin semakin terbatas sehingga masyarakat beralih ke genteng.

Baca juga: Gubernur Kaltara Zainal Paliwang Dukung Program gentengisasi, Dorong Produksi Genteng Lokal

“Sirap itu dari kayu ulin, dan sekarang kayu ulin sudah semakin habis. Mulailah orang pakai genteng. Tapi genteng juga susah didapat di daerah kita, harus didatangkan dari Surabaya,” jelasnya.

Karena faktor kemudahan dan kecepatan pemasangan, lanjutnya, masyarakat kemudian lebih memilih seng sebagai bahan atap rumah.

“Yang cepat dan praktis akhirnya pakai seng. Itu yang sekarang banyak dipakai,” katanya.

Meski demikian, Achmad Djufrie menyatakan pada prinsipnya DPRD Kaltara mendukung program penggunaan genteng kembali, sepanjang ada jaminan pasar bagi para pengrajin lokal.

“Kalau kita kembali ke genteng, kita setuju saja. Asal pembelinya ada. Jangan sampai nanti kita punya petani atau pengrajin yang membuat, tapi tidak ada yang beli,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, mekanisme penyaluran produksi genteng direncanakan melalui Koperasi Merah Putih agar distribusi dan pemasaran bisa lebih terjamin.

Baca juga: Atap Rumah Harus Pakai Genteng, Pemkab Tana Tidung Siap Ikuti Kebijkan Pemerintah Pusat 

“Kemarin mekanismenya mau dibawa ke Koperasi Meraputi untuk menyalurkan genteng itu. Kita coba lewat koperasi nanti,” ujarnya.

Achmad Djufrie berharap pemerintah maupun koperasi dapat menghadirkan tenaga ahli untuk memastikan kualitas genteng yang diproduksi benar-benar baik dan tahan lama.

“Mudah-mudahan nanti ada ahlinya yang didatangkan koperasi atau pemerintah, supaya genteng yang dibuat itu betul-betul bagus, kuat, dan rapi. Dibanting pun kuat,” katanya.

Selain menyoroti program genteng, Achmad Djufrie juga menyinggung arahan Presiden terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya menarik wisatawan.

“Kita juga diarahkan untuk bersih-bersih. Buang sampah pada tempatnya. Kalau kita mau mendatangkan tamu dari luar, turis asing, tapi daerah kita kotor, orang tidak mau datang,” ujarnya.

GENTENGNISASI - Ketua DPRD Kaltara, H Achmad Djufrie, mendukung program gentengnisasi di Kalimantan Utara (istimewa)
gentengisasi - Ketua DPRD Kaltara, H Achmad Djufrie, mendukung program gentengisasi di Kalimantan Utara (istimewa) (ISTIMEWA)

Ia mencontohkan kebersihan di sejumlah kota besar yang terlihat sejak dari bandara hingga ke pusat kota.
“Kalau kita ke luar negeri, dari bandara sampai ke kota, hampir tidak ada sampah yang terlihat. Presiden maunya begitu,” ucapnya.

Menurutnya, budaya bersih harus dimulai dari lingkungan terkecil, baik di rumah, kantor, maupun ruang publik.

“Negeri kita harus belajar bersih di lingkungan kita masing-masing. Kalau sudah bersih, saya rasa itu bisa mengundang simpati orang untuk datang ke daerah kita,” pungkasnya.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.