SURYA.co.id LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan menuntaskan normalisasi Kali Gayaran di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Setelah sedimentasi dikeruk, perahu-perahu kecil milik nelayan kini dapat masuk dan bersandar di sepanjang aliran kali yang mencapai sekitar 700 meter dengan lebar atas 51 meter.
Normalisasi tersebut tidak hanya mempermudah aktivitas nelayan, tetapi juga mengurangi potensi banjir akibat luapan air Kali Gayaran saat musim hujan maupun ketika terjadi air laut pasang (rob).
Sebelum dilakukan pengerukan, sedimentasi yang cukup tinggi membuat aliran air tersumbat. Kondisi itu menyebabkan banjir hampir setiap musim hujan dan saat rob, hingga menggenangi rumah-rumah warga di sekitar kali, termasuk kawasan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah.
Melalui normalisasi ini, endapan lumpur yang menumpuk telah dikeruk sehingga aliran kali kembali normal.
Baca juga: Normalisasi Kali Marmoyo Jombang Dipercepat, Titik Sumbatan Air Dibersihkan
Normalisasi Kali Gayaran ini merupakan aspirai sejumlah tokoh masyarakat Paciran yang disampaikan 8 bulan lalu, tepatnya Juli 2025 lalu.
Ketua Rukun Nelayan Paciran, Muhlisin Amar dan sang pengusaha muda, Rzky Mundzib menyampaikan terimakasih atas perhatian Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi yang sudah merespon harapan warga Paciran dengan menormalisasi Kali Gayaran.
"Terimakasih, sudah tidak banjir lagi, dan para nelayan bisa masuk dan sandar di Kali Gayaran. Alhamdulillah," kata Muhlisin.
Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menyampaikan harapannya pada warga untuk menjaga kebersihan kali sehingga bisa dimanfaatkan oleh para nelayan.
"Sebelum dinormalisasi, kalau luber banjir. Sekarang selain tidak lagi banjir juga bisa dipakai sandar perahu nelayan," kata Yuhronur saat meninjau Kali Gayaran, Kamis (12/2/2026).
Warga pun diharapkan dapat merasakan dampak langsung berupa tidak adanya genangan banjir sekaligus meningkatnya kelancaran akses perahu nelayan menuju tempat bersandar.
Pemerintah daerah berharap upaya normalisasi Kali Gayaran dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengendalian banjir di wilayah pesisir Paciran serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat nelayan setempat.
Disebutkan, pihaknya sampai harus melibatakan provinsi, BBWS dan juga pemerintah daerah Lamongan sendiri saat normalisasi dikerjakan.
" Alhamdulillah, sekarang sudah bisa mendukung aktivitas ekonomi masyarakat nelayan setempat, setelah dinormalisasi," pungkasnya. (Hanif Manshuri)