SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Kabupaten Mojokerto kemungkinan besar bakal mendapatkan alokasi anggaran untuk revitalisasi sekolah kembali di tahun 2026 setelah program di tahun 2025 sukses terealisasi 100 persen.
Angin segar akan didapatkannya kembali alokasi anggaran untuk revitalisasi sekolah di tahun 2026 diketahui dari pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti yang berada di Mojokerto hari ini, Kamis (12/2/2026).
Abdul Muti memastikan program revitalisasi sekolah tahun 2026 tetap berlanjut bahkan kemungkinan bakal ditambah alokasi anggaran untuk perbaikan sekolah rusak di daerah.
Kepastian ini disampaikan Abdul Mu'ti, dalam kegiatan peresmian revitalisasi sekolah dan gedung Desain Komunikasi Visual di SMK Muhammdiyah III (SMK MUTIA), Ngoro, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), pada Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Gus Barra Beri Bantuan untuk Perbaikan Sekolah Rusak di Trowulan Kabupaten Mojokerto
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan, revitalisasi satuan pendidikan adalah salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, guna meningkatkan layanan pendidikan melalui perbaikan infrastruktur di daerah untuk memajukan pendidikan di seluruh nusantara.
Perbaikan sekolah dilakukan bersama-sama oleh pemerintah pusat dengan Pemda.
Sasaran perbaikan sekolah tahun 2025 sebanyak 16.171 satuan pendidikan dengan progres mencapai lebih dari 95 persen hampir tuntas seluruhnya.
Sisanya masih dalam proses lantaran terkendala faktor alam, realisasi kontrak Desember 2025, hingga faktor keamanan.
"Kita targetkan akhir Februari ini semua dari 16.171 revitalisasi satuan pendidikan sudah selesai 100 persen dan Alhamdulillah Mojokerto selesai 100 persen," ujar Menteri Abdul Mu'ti.
Baca juga: Tanah Longsor dan Pohon Tumbang Melanda 2 Desa di Trawas Kabupaten Mojokerto
Menteri Abdul Mu'ti menjelaskan, bagi pemerintah daerah yang telah menuntaskan seratus persen program ini, kemungkinan besar akan kembali diusulkan untuk perbaikan sekolah di daerahnya.
"Yang sudah selesai 100 persen itu, 2026 ini bisa kita pertimbangan (Usulan perbaikan sekolah)," jelasnya.
Menurut Menteri Abdul Mu'ti, Presiden menginstruksikan akan ada tambahan jumlah sasaran dalam program revitalisasi satuan pendidikan di tahun 2026.
Tambahan tersebut diestimasikan mencapai 60 ribu dari total 14.400 sekian yang sudah masuk dalam APBN (Anggaran pendapatan dan Belanja Negara).
Kabupaten Mojokerto kemungkinan besar bakal mendapatkan alokasi anggaran untuk revitalisasi sekolah.
"Yang sudah ada di dalam APBN yaitu sekitar 14 ribu 400 sekian satuan pendidikan, dari anggaran Rp 14 miliar. Bapak Presiden menyampaikan akan ada tambahan 60 ribu, dan masih dalam proses perubahan anggaran. Kalau ada tambahan lagi InsyaAllah (Mojokerto) aman" tukasnya.
Usai kegiatan, Menteri Abdul Mu'ti juga meresmikan secara simbolis sejumlah revitalisasi satuan pendidikan di Mojokerto Raya di antaranya, revitalisasi gedung SMAN 1 Ngoro, SMK Alhidayah Ngoro, SMAN 1 Mojosari, SMKS Thoriqul Ulum, SMAN 3 Mojokerto, SMAN 1 Mojokerto,
SMKS NAS Dawarblandong, SMKN 1 Jetis.
Baca juga: Disdik Mojokerto Alokasikan Dana BOS untuk Perbaikan 2 SDN Terdampak Puting Beliung di Pungging
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa mengungkapkan, dampak pemangkasan dana transfer pusat ke daerah (TKD) berimbas terhadap alokasi untuk perbaikan sekolah di Kabupaten Mojokerto tahun anggaran 2026.
Maka dengan adanya program revitalisasi satuan pendidikan ini, diharapkan dapat membantu untuk memperbaiki infrastruktur sekolah yang memang sangat perlu segera tersentuh rehabilitasi dari pemerintah.
"Karena dana transfer pusat ke daerah dikurangi sehingga kita tidak bisa merevitalisasi sekian banyak sekolah. Maka kita harus kolaborasi, antara dana APBD dengan APBN," kata Bupati Gus Barra.
Bupati Gus Barra menambahkan, program revitalisasi satuan pendidikan berdampak nyata pada perbaikan infrastruktur sekolah yang dapat meningkatkan mutu pendidikan di Bumi Majapahit.
Dirinya juga berharap Kabupaten Mojokerto mendapat tambahan alokasi anggaran untuk merevitalisasi sekolah dari pemerintah pusat.
"Kami sudah sampaikan ke Bapak Menteri, dan beliau siap menambahkan revitalisasi sekolah yang diperoleh Kabupaten Mojokerto dari APBN," pungkasnya. (don)