TRIBUNNEWS.COM - Dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi untuk SD/MI Kelas VI, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep ilmu pengetahuan, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai sosial dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Salah satu fokus penting dalam materi ini adalah pengenalan warisan budaya sebagai bagian dari jati diri bangsa.
Warisan budaya tidak hanya berbentuk benda, tetapi juga tradisi, kebiasaan, upacara adat, permainan tradisional, hingga praktik gotong royong yang masih dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
Proses pengamatan ini membantu mereka memahami bahwa budaya bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan nilai hidup yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Pembelajaran juga menekankan pentingnya sikap menghargai perbedaan budaya sebagai perekat persatuan bangsa.
Dengan mengenal keragaman tradisi lokal, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang terbuka, menghormati identitas daerah, dan bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Materi ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi 2025 untuk SD/MI Kelas VI karya Amalia Fitri dkk, yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Soal yang dibahas berada pada Bab 4 | Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa, tepatnya pada bagian Ayo, Mengamati halaman 90–91.
Bagian Ayo, Mengamati mengajak siswa melakukan pengamatan dan wawancara sederhana tentang warisan budaya di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini menjadi sarana refleksi agar siswa mampu menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata di masyarakat.
Berikut ini adalah kunci jawaban IPAS Kelas 6 halaman 90–91 pada bagian Ayo, Mengamati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendamping belajar bagi siswa, guru, dan orang tua agar proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan mudah dipahami.
Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 89 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, Kearifan Lokal
Di kelas V, kamu sudah belajar tentang warisan budaya. Masih ingatkah, warisan budaya apa yang ada di daerahmu?
Ayo, sekarang kita amati, berbagai bentuk warisan budaya yang masih dilestarikan di lingkunganmu! Warisan budaya tersebut dapat berupa pakaian adat, upacara adat, makanan khas, permainan tradisional, larangan atau pantangan adat, tradisi kebersamaan, dan gotong royong yang masih dilakukan.
Setelah kamu mengamatinya, buatlah tabel Amati-Pikirkan-Ingin tahu di buku tugasmu. Lakukan instruksi yang ada dalam setiap tabel.
Yang menarik buatku adalah pakaian adat, upacara adat, dan gotong royong di lingkungan sekitar.
Setelah mengamati warisan budaya sekelilingku, yang aku pikirkan adalah budaya harus dijaga supaya tidak hilang dan tetap dikenal oleh generasi muda.
Yang ingin aku ketahui lebih lanjut adalah asal-usul tradisi tersebut dan makna dari setiap prosesi adatnya.
Setelah mengamati warisan budaya di sekitar. Sekarang kalian akan melakukan wawancara langsung kepada orang-orang di sekitar kalian!
1. Kerjakan tugas ini secara berkelompok dengan 3 orang teman!
2. Salinlah tabel wawancara berikut pada buku tugas!
3. Setelah membuat tabel, lakukan wawancara dengan 10 orang guru atau staf sekolah!
4. Amati hasil wawancara! Tradisi atau budaya apa yang paling banyak disebutkan dalam wawancara?
5. Diskusikan dengan kelompok kalian, adakah tradisi dan budaya yang juga masih sering dipraktikkan di dalam keluarga kalian?
6. Apakah ada tradisi yang berasal dari luar daerah kalian?
7. Diskusikan lalu pilihlah 4 tradisi dan budaya yang paling menarik!
8. Presentasikan di depan guru dan berikan alasan mengapa kelompok kalian memilih budaya atau tradisi tersebut!
Nama Guru/Staf Sekolah - Warisan Budaya yang Masih Dipertahankan - Mengapa Warisan budaya tersebut masih dipertahankan?
4. Tradisi atau budaya apa yang paling banyak disebutkan?
Gotong royong dan pakaian adat.
5. Apakah tradisi dan budaya masih sering dipraktikkan di keluarga?
Ya, seperti gotong royong, memakai batik, dan memasak makanan khas saat acara keluarga.
6. Apakah ada tradisi yang berasal dari luar daerah?
Ada, misalnya perayaan budaya nasional dan penggunaan pakaian adat dari daerah lain saat pentas seni.
Alasan memilih: karena tradisi tersebut masih dilakukan sampai sekarang dan mengandung nilai kebersamaan serta jati diri budaya.
Disclaimer:
(Tribunnews.com/Farra)

