Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, RUTENG -- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, M.Psi, mengimbau kepada seluruh warga di Kecamatan Satarmese untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala diare, nyeri perut, demam, atau keluhan lain setelah mengonsumsi makanan.
Imbauan itu disampaikan Jefrin Haryanto, Kamis (12/2/2026) malam.
Jefrin juga mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai meminta kepada warga untuk tetap menerapkan prinsip keamanan pangan dan kebersihan makanan.
Selain itu, warga diminta untuk tidak panik dan menunggu informasi resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.
Baca juga: BREAKING NEWS: Puluhan Ibu Hamil, Balita Hingga Orang Tua di Satarmese Diduga Keracunan Makanan
Perkembangan situasi akan terus disampaikan kepada masyarakat secara berkala.
Hasil Investigasi sementara yang dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Manggarai puluhan warga mulai dari ibu hamil, balita, anak-anak, hingga orang tua di Kecamatan Satarmese diduga keracunan makanan. Semuanya punya riwayat konsumsi makanan bergizi gratis (MBG).
Jefrin menerangkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai melaporkan adanya peningkatan kunjungan pasien dengan dugaan keracunan makanan yang saat ini masih dalam proses penanganan dan investigasi epidemiologi.
Berdasarkan data sementara, jumlah kasus yang teridentifikasi sebanyak 42 kasus, terdiri dari 39 kasus dari Puskesmas Ponggeok dan 3 kasus dari Puskesmas Iteng. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 pasien menjalani perawatan rawat inap, sementara lainnya mendapatkan penanganan rawat jalan.
Kasus yang ditemukan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, meliputi ibu hamil, anak balita, anak sekolah, guru, serta orang tua.
Seluruh kasus dilaporkan memiliki riwayat konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di sekolah dan posyandu dengan menu yang sama, yaitu tanggal 10 Februari 2026 berupa Nasi, telur, tempe, kacang panjang, dan salak. Kemudian tanggal 11 Nasi, ayam, labu, dan jagung.
Jefrin mengatakan, gejala yang paling banyak dilaporkan antara lain diare, nyeri perut, demam, dan sakit kepala. Saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan.
"Belum bisa dipastikan apa penyebab keracunan, karena menunggu hasil analisis Epid dan pemeriksaaan sampel,"ujar Jefrin.
Jefrin juga mengatakan, saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai bersama tim terkait sedang melakukan investigasi epidemiologi serta pemeriksaan sampel makanan dan spesimen pasien untuk memastikan sumber penyebab kejadian.
Dinas Kesehatan juga mengantisipasi kemungkinan adanya tambahan kasus yang datang berobat, sehingga seluruh fasilitas pelayanan kesehatan terkait telah disiagakan untuk memberikan pelayanan dan penanganan optimal kepada masyarakat.
Selain itu, Puskesmas di wilayah terdampak telah diinstruksikan untuk melakukan penelusuran kasus secara aktif di daerah fokus guna menemukan masyarakat yang mengalami gejala serupa namun belum mendapatkan pelayanan kesehatan.
"Kemungkinan masih ada kasus yang akan datang ke Puskesmas Ponggeok dan Puskesmas Iteng sehingga petugas Puskesmas tetap stand by di Puskesmas. Petugas Kesehatan di Puskesmas juga disarankan melakukan penelusuran kasus yang ada di daerah fokus seperti di Desa esa Ulubelang dan Papang untuk mencari kasus yang ada dan belum mendapatkan pengobatan,"pungkas Jefrin. (rob)