SURYAMALANG.COM, - Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, melontarkan kritik keras usai Persija Jakarta dilumat Arema FC 0-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Minggu (8/2/2026).
Diky menyebut, kekalahan ini sebagai hasil yang "aneh" mengingat Macan Kemayoran didukung penuh oleh sekitar 56 ribu suporter.
Bagi Diky, atmosfer full house seharusnya menjadi jaminan kemenangan, namun Persija justru gagal memaksimalkan peluang dan dipaksa menyerah di hadapan publik sendiri.
Baca juga: Buka-bukaan Gustavo Almeida: Kalah Sekali dari Arema FC Ditertawakan, Minta Jakmania Percaya
Hasil laga pekan ke-20 Super League 2025-2026 itu dirasa sangat pahit dan mengecewakan.
Diky Soemarno menyebut, pertandingan melawan Arema FC berjalan tidak seperti yang diharapkan.
Menurutnya, bermain di kandang dengan atmosfer full house seharusnya menjadi modal besar bagi Persija Jakarta untuk meraih kemenangan.
“Ini pertandingan yang aneh. Kita bermain di kandang dengan full house, sekitar 56 ribu suporter. Seharusnya tidak ada kata lain selain menang,” ujar Diky di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Catatan Head to Head Arema FC Vs Semen Padang Jelang Laga Pekan Ke-21, Singo Edan Unggul
Diky menilai, Macan Kemayoran sebenarnya memiliki peluang untuk meraih hasil positif.
Namun, kegagalan dalam memaksimalkan peluang membuat tim besutan Mauricio Souza tersebut harus menerima kekalahan tanpa mencetak satu gol pun.
“Sebenarnya akan sangat bagus kalau kemarin kita menang, tapi nyatanya kita tidak bisa mencetak gol dan justru banyak membuang peluang,” tambahnya.
Terkait evaluasi tim, Diky menyerahkan sepenuhnya kepada jajaran pelatih.
Meski demikian, Diky menyampaikan aspirasi para suporter yang ingin melihat pemain-pemain anyar mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak di lapangan.
“Teman-teman Jakmania ingin melihat pemain-pemain baru lebih sering dimainkan,” kata Diky.
Dalam hal ini, nama Shayne Pattynama dan Paulo Ricardo menjadi sorotan utama.
Shayne disebut belum dimainkan secara konsisten dan baru mendapat menit terbatas saat melawan Persita, sementara performa Paulo Ricardo juga belum terlihat secara menyeluruh.
“Jadi kami belum bisa menilai apakah transfer paruh kedua ini berhasil atau tidak jika mereka belum benar-benar teruji,” jelasnya.
Meski merasa kecewa, Diky menegaskan optimisme tetap ada.
Diky berharap Persija segera bangkit dan kembali ke jalur kemenangan demi menjaga peluang meraih gelar juara musim ini.
“Ke depan tidak ada pilihan lain selain menang di setiap pertandingan. Track record kita masih mengarah ke jalur juara. Secara teori, kalau sudah kalah lebih dari lima kali, akan sangat sulit mengejar gelar,” tegasnya.
Baca juga: Gestur Salam Sajete Hansamu Yama Bela Arema FC di SUGBK Curi Perhatian Aremania dan Jakmania
Diky juga menekankan pentingnya bagi Persija untuk menjadikan kandang sebagai tempat yang menakutkan bagi lawan.
Kekalahan dari Arema FC disebutnya harus menjadi bahan evaluasi serius bagi internal tim.
“Kami ingin kandang menjadi tempat yang paling seram bagi lawan. Kekalahan ini harus menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui di mana letak kelemahannya,” pungkas Diky.
Sejatinya, laga tersebut cukup menyakitkan karena Arema FC diperkuat tiga mantan pemain Persija, yakni Gustavo Franca, Hansamu Yama, dan Rio Fahmi, yang tampil solid sepanjang pertandingan.
Kontribusi ketiganya membantu Singo Edan mempermalukan Persija di hadapan pendukungnya sendiri.
Menanggapi hal tersebut, penyerang Persija, Gustavo Almeida menegaskan kekalahan tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh performa mantan pemain Persija yang kini berseragam Arema.
Baca juga: Jadwal Lengkap Super League: Duel Borneo FC Vs Persib Resmi Ditunda, Arema FC Jamu Semen Padang
“Saya pikir tidak (kalah karena pemain eks Persija-red) Ini soal detail dari sepakbola, dan itu hal yang normal,” ujar Gustavo di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Gustavo menjelaskan, dalam sepak bola, detail kecil sering kali menjadi pembeda hasil akhir pertandingan.
Menurutnya, wajar jika pemain yang menghadapi mantan klubnya memiliki motivasi lebih untuk tampil maksimal, namun hal itu bukan faktor utama yang menentukan hasil laga.
“Ketika seorang pemain bermain di satu klub lalu pindah ke klub lain di musim yang sama, tentu ada keinginan untuk menunjukkan sesuatu yang lebih saat melawan mantan klubnya. Tapi saya pikir itu bukan hal utama di laga ini,” terangnya.
Lebih lanjut, Gustavo kembali menekankan, Persija kalah karena kurang cermat dalam menjaga detail permainan.
Meski begitu, Gustavo mengingatkan peluang untuk bangkit masih terbuka lebar bagi Macan Kemayoran.
“Kami kalah karena detail, seperti yang saya katakan sebelumnya. Tapi kami masih beruntung karena ada 14 pertandingan tersisa dengan total 42 poin yang bisa diperebutkan" terangnya.
"Banyak hal yang masih bisa diperbaiki karena pada akhirnya kami punya target,” tegas Gustavo.
Baca juga: Arema FC Vs Semen Padang, Walisson Maia Punya Misi Bisa Tampil Penuh, Modal Apik dari Markas Persija
Selain membahas kekalahan dari Arema, Gustavo juga menyinggung persaingan di lini depan Persija yang kini semakin kompetitif seiring datangnya sejumlah pemain baru.
Seperti diketahui, Persija kini punya banyak pemain yang tampil sebagai striker, antara lain Maxwell Souza, Eksel Runtukahu, Alaeddin Ajarie, dan yang terbaru masuk, Mauro Zijsltra.
“Itu bagus. Klub dan tim sudah bekerja sangat keras sejak akhir putaran pertama hingga sekarang" ucapnya.
"Pemain-pemain baru datang ke tim yang sudah kuat dengan level yang sangat tinggi" sambung Gustavo.
"Saya berharap mereka bisa beradaptasi dan membantu kami meraih kesuksesan di Indonesia,” pungkasnya.
(Tribunnews.com/Tribunnews.com)