TRIBUNJAKARTA.COM - Pedagang yang berjualan di pinggir Jalan Palmerah Barat, Jakarta Barat ditertibkan menjelang kunjungan Presiden Prabowo Subianto, Jumat (13/2/2026) besok.
Prabowo akan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah sekitar pukul 08.30 WIB.
Berdasarkan pemantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (12/2/2026) malam, para pedagang yang biasanya menggelar lapak di bahu jalan kini tak lagi terlihat.
Hanya terlihat sejumlah kecil gerobak pedagang yang masih bertahan berjualan di area atas trotoar jalan, tidak sampai turun ke aspal.
Sementara, para pedagang sayur yang biasa berjualan dengan memakan badan jalan sejak sore hingga malam hari tak lagi terlihat.
Suasana jalan yang biasanya padat dan semrawut oleh aktivitas jual beli pun kini tampak lebih lengang.
Sejumlah petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) juga terlihat bersiaga di sepanjang Jalan Palmerah Barat untuk memastikan lalu lintas tetap steril.
Sejumlah pembatas jalan dan water barrier juga diletakkan di tengah jalan sebagai pembatas antara area jalur menuju Slipi dan yang menuju Rawa Belong.
Alwan (25), salah satu warga di lokasi menuturkan bahwa upaya penataan kawasan Palmerah sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu.
"Dari kemarin juga sudah sering ada banyak petugas yang rapi-rapi lah, beres-beres di sini," ujar Alwan saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Kamis malam.
Menurutnya, persiapan menyambut kunjungan Prabowo sudah terlihat sejak tiga hari lalu dengan melibatkan berbagai instansi, termasuk petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
"Kayaknya tiga hari lalu, iya sekitar tiga hari lalu lah itu macam-macam. Got pada dirapihin, saluran-saluran air tuh kemarin PPSU sama tim biru tuh pada benerin got di tikungan situ depan Polsek. Terus kan banyak petugas yang bikin tenda juga di dalam Polsek," ucapnya.
Alwan menceritakan sempat ada beberapa pedagang yang mencoba menggelar lapak di badan jalan, namun langsung ditertibkan oleh aparat.
"Hari ini tadi sore sempat ada yang gelar lapak di sini tapi sebentar doang, langsung dihalau sama polisi. Langsung dijagain, pokoknya hari ini enggak boleh ada yang dagang di sini, di sepanjang jalan ini," kata dia.
Area yang disterilkan dari pedagang liar dimulai dari area depan Pasar Pisang Palmerah hingga depan Polsek Palmerah.
Biasanya, satu lajur di jalan sepanjang kurang lebih 500 meter ini digunakan oleh para pedagang menggelar lapak sayuran.
Warga mengakui bahwa keberadaan pedagang yang berjualan di bahu jalan menjadi biang kemacetan yang parah setiap harinya, terutama pada jam pulang kerja.
"Bikin macet lah, jelas. Karena kan di sini kan jalan memang sudah sempit ya. Ditambah ini sebagian jalannya kan ketutup sama pasar," ungkapnya.
Namun adanya penertiban dan pengaturan oleh polisi hari ini, arus lalu lintas dirasakan jauh lebih lancar meski volume kendaraan tetap tinggi.
"Jalan ini juga tadinya lepas nih los, sekarang dikasih pembatas jalan. Terus banyak petugas saja sih yang jagain lalu lintas, alhamdulillah enggak macet," ujarnya.
Ia pun mengaku senang bisa melihat jalanan Palmerah yang biasanya mengalami kemacetan parah, kini menjadi lebih teratur.
"Ya senang sih, tadi kita kan namanya sudah biasa ngerasain macet di sini, tadi sore melihat enggak macet. Ya masih macet tapi enggak terlalu lah gitu, lebih landai situasinya," ucap dia.
Alwan mengaku para pedagang memang seharusnya ditertibkan dan dilarang berjualan di bahu jalan.
Meski demikian, ia juga mengungkapkan perasaan dilematis melihat para pedagang yang tidak bisa memiliki tempat mencari nafkah.
"Di satu sisi banyak yang dagang di sini juga kasihan, tapi di sisi lain enak juga gitu ngerasain enggak macet. Semoga bisa tetap enggak macet ya sampai besok-besok lah, tetap tertib lah gitu biar rapi," tutupnya.