TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar kegiatan Sinkronisasi Program Kerja Tahun Anggaran 2026 dengan tema “Transformasi Pendidikan Tinggi untuk Meningkatkan Daya Saing Global” di Hotel Java Heritage Purwokerto, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan arah kebijakan, program, serta target kinerja universitas menuju peningkatan mutu pendidikan tinggi yang kompetitif secara global.
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan universitas, yakni Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan, Wakil Rektor I Prof. Suwito, Wakil Rektor II Prof. Sulkhan Chakim, Wakil Rektor III Prof. Sunhaji, serta Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Nugraha Stiawan.
Selain itu, kegiatan juga diikuti para dekan, wakil dekan, kepala bagian tata usaha, direktur dan wakil direktur Pascasarjana, ketua lembaga, kepala UPT, tim kerja, serta perwakilan Ikatan Alumni (IKA) UIN Saizu.
Kepala Biro AUPK Nugraha Stiawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan sinkronisasi program kerja menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas unit dalam mengawal agenda internasionalisasi dan peningkatan akreditasi institusi.
“Tema kegiatan ini adalah transformasi pendidikan tinggi untuk meningkatkan daya saing global. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari, yakni 12 hingga 13 Februari 2026. Kami berharap melalui kegiatan ini dapat terbangun jembatan koordinasi di UIN Saizu yang lebih kuat sehingga program-program internasionalisasi dan peningkatan akreditasi dapat terealisasi secara sistematis,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Direktorat Perguruan Tinggi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang akan memberikan penguatan kebijakan strategis nasional terkait pengembangan pendidikan tinggi.
Sementara itu, Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan menegaskan pentingnya forum sinkronisasi sebagai ruang kolaborasi strategis untuk menyatukan gerak seluruh unit kerja dalam mencapai visi universitas.
“Dalam dua hari ini kita akan berproses membincang isu-isu strategis terkait program kampus tahun anggaran 2026. Seluruh pimpinan diharapkan mencurahkan pikiran dan tenaga untuk mendiskusikan program yang telah dirancang di setiap unit agar dapat diorkestrasi menjadi satu gerak yang sama menuju cita-cita menjadikan UIN Saizu sebagai kampus unggul, progresif, dan integratif,” ungkapnya.
Menurut Prof. Ridwan, tema transformasi pendidikan tinggi merupakan bagian dari upaya penguatan daya saing global yang harus direspons melalui program yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah pusat.
“Semua program yang kita susun harus mampu dibumikan melalui implementasi yang nyata. Tidak ada cara terbaik selain membangun irama gerak yang sama melalui kolaborasi. Saya meyakini sepenuhnya bahwa kolaborasi adalah sumber energi.
Di kampus ini tidak boleh ada single fighter, karena pengembangan institusi hanya dapat dicapai melalui kerja bersama,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dinamika regulasi pendidikan tinggi, khususnya terkait pengembangan sumber daya manusia dosen, menuntut adaptasi dan pembaruan kebijakan secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, forum sinkronisasi program kerja menjadi sarana strategis untuk melakukan review kebijakan, penguatan program, serta penyelarasan target Perjanjian Kinerja (Perkin) hingga level unit kerja.
“Kegiatan ini menjadi momentum repositioning sekaligus recharging semangat seluruh pimpinan dalam mengawal capaian kinerja universitas agar semakin optimal dan adaptif terhadap perubahan,” tambahnya.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber Bappenas yang membahas arah kebijakan nasional pendidikan tinggi.
Agenda berikutnya meliputi sidang komisi, pleno perumusan rekomendasi, serta penyusunan strategi implementasi program kerja yang akan dilaksanakan hingga Jumat (13/2/2026).
Melalui kegiatan ini, UIN Saizu Purwokerto menegaskan komitmennya dalam melakukan transformasi pendidikan tinggi berbasis kolaborasi, inovasi, serta penguatan tata kelola akademik dan kelembagaan guna meningkatkan daya saing universitas di tingkat nasional maupun internasional. (***)