Penyerang Persija Jakarta, Gustavo Almeida, akhirnya buka suara menyikapi tekanan besar yang menerpa timnya usai takluk 0-2 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Pemain asal Brasil ini mengaku heran dengan reaksi pihak luar yang seolah menertawakan Macan Kemayoran hanya karena satu kekalahan, padahal perjuangan di kasta tertinggi musim ini masih sangat panjang.
Di tengah kritik yang mengalir, Gustavo meminta The Jakmania untuk tidak berpaling dan tetap menaruh kepercayaan penuh pada proses kebangkitan tim.
Gustavo Almeida mengaku memahami kekecewaan The Jakmania usai kekalahan dari Arema FC pada Minggu (8/2/2026) lalu.
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena Macan Kemayoran takluk di kandang sendiri.
Gustavo pun mengajak Jakmania untuk tetap memberikan dukungan penuh kepada tim meski hasil tidak sesuai harapan.
Pasalnya, perjalanan Persija di Super League musim ini belum berakhir.
“Saya ingin mengatakan kepada para suporter untuk terus percaya kepada kami karena ini belum berakhir,” kata Gustavo di GOR Soemantri, Kuningang, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Lebih lanjut, Gustavo menyoroti standar ganda yang sering dihadapi timnya dalam dinamika sepak bola profesional.
Menurutnya, keberhasilan dan kemenangan beruntun sering kali dianggap sebagai hal biasa yang tidak banyak mendapat apresiasi, namun satu kegagalan saja sudah cukup untuk memicu gelombang kritik dari pihak luar.
“Dalam sepak bola, ketika Anda menang berkali-kali, tidak banyak yang berbicara. Tapi ketika Anda kalah sekali, orang-orang di luar mulai berteriak dan menertawakan kami,” ujar Gustavo.
Dalam laga tersebut, Persija sebenarnya sempat mencetak gol melalui Gustavo yang kemudian dianulir melalui tinjauan VAR.
Momen itu disebut Gustavo menjadi titik balik yang memengaruhi jalannya pertandingan.
“Sejujurnya, inilah sepak bola. Tentu saja kami sebagai pemain tidak menyukai kekalahan, apalagi di setiap pertandingan kami selalu menargetkan kemenangan" ucapnya.
"Semua dukungan yang ada juga untuk menang, dan kami para pemain serta staf berpikir dengan cara yang sama,” tambah Gustavo.
“Namun, sepak bola adalah soal detail. Ada satu momen di mana kami kehilangan detail tersebut dan itu membuat kami kalah" terangnya.
"Terutama ketika VAR membatalkan gol kami. Setelah itu kami justru kebobolan dan energi tim langsung menurun. Tapi itulah sepakbola,” sambung pemain berusia 29 tahun tersebut.
Secara pribadi sebagai pemain, Gustavo Almeida tak menampik kekecewaannya.
“Bagi saya sebagai pemain, itu adalah momen yang buruk. Saya pikir bagi semua pemain, ketika gol Anda dibatalkan, rasanya seperti mati" tegasnya.
"Ketika saya mencetak gol, seluruh stadion berteriak, bahkan terasa hampir runtuh karena atmosfernya sangat luar biasa dan stadion penuh,” cerita Gustavo.
“Namun setelah gol itu dibatalkan, tentu saya merasa kecewa. Tapi tidak apa-apa, itulah sepak bola. Ini bukan yang pertama dan hal seperti itu bisa terjadi. Kami harus belajar dari situasi seperti ini” ujarnya
“Anda harus tetap fokus selama 90 menit karena apa pun bisa terjadi, baik kepada kami maupun kepada lawan. Saya berharap di pertandingan selanjutnya kami bisa menang dan meraih tiga poin,” katanya.
Penampilan bek tangguh Hansamu Yama Pranata dalam laga Arema FC kontra Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (8/2/2026), menyisakan cerita menarik di luar lapangan hijau.
Pemain yang berstatus pinjaman dari Persija tersebut tampil habis-habisan membela Singo Edan hingga berhasil membungkam Macan Kemayoran dengan skor 2-0 dalam laga pekan ke-20 Super League 2025/2026.
Namun, bukan hanya kegarangannya di lini pertahanan yang menjadi sorotan, melainkan gestur emosional Hansamu yang tertangkap kamera memberikan simbol "J" atau Salam Sajete kepada The Jakmania.
Selain itu, unggahan berkelas Hansamu di media sosial pasca-laga juga memicu reaksi beragam dari warganet hingga rekan sesama pesepak bola.
Momen Emosional Hansamu Yama di Kandang Persija
Laga kontra Persija Jakarta menjadi momen mengesankan bagi Hansamu Yama, sebab ia datang ke kandang Macan Kemayoran dengan mengenakan jersey Arema FC.
Hansamu tidak sendirian, terdapat dua pemain Arema FC lainnya yang juga berstatus pinjaman dari Persija Jakarta, yakni Rio Fahmi dan Gustavo Franca.
Setelah laga usai, unggahan Hansamu Yama di akun Instagram pribadinya langsung menjadi sorotan warganet.
Hansamu mengunggah foto dirinya yang tengah mengenakan jersey Arema FC lengkap dengan ban kapten, berjalan berdampingan dengan kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho.
Selain itu, Hansamu Yama juga mengunggah kondisi cedera pada kakinya.
'Diam dan selesaikan pekerjaanmu,' tulis Hansamu Yama, Selasa (10/2/2026).
Gestur tangan Hansamu Yama saat bermain di kandang Macan Kemayoran juga turut menjadi sorotan.
Hansamu menunjukkan jempol dan telunjuk secara bersamaan yang merupakan simbol suporter Persija Jakarta, The Jakmania.
Simbol jempol dan telunjuk tangan kanan yang membentuk huruf "J" (Salam Sajete) tersebut melambangkan Jakmania dan Jakarta, yang menandakan identitas, persatuan, serta dukungan setia bagi Persija Jakarta.
Unggahan tersebut mendapatkan berbagai reaksi dari warganet, bahkan direspons langsung oleh Rio Fahmi hingga pemain Persija Jakarta, Hanif Sjahbandi:
'Kenapa kemarin main nya terlalu garang lawan Persija. Ahhhh' tulis @rohimahr**.
'AFF duet bareng ridho di lini belakang rasanya pas sih' sahut @arioraman**.
'Sahh sahh sahhh sahh' komentar @riofhm_.
'Akhirnya posting AREMA juga sam Yama respect cak' komentar @khaerul_***.
'Mbois' tulis @hanifsjahbandi.