Kisah Pria di Minahasa Jadi Korban Love Scamming, Dalam Dua Bulan Rugi Jutaan Rupiah
Yeshinta Sumampouw February 13, 2026 08:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjebak cinta di dunia maya, seorang pria asal Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), merugi hingga jutaan rupiah.

Pria tersebut berinisial B.

Ia menjadi korban love scamming setelah berkenalan dengan seorang perempuan di Facebook.

Menurut penuturan B, selama dua bulan komunikasi, pelaku terus meminta uang kepadanya dengan berbagai alasan.

Mulai dari membeli paket data hingga membayar kredit handphone baru.

Total kerugian B mencapai jutaan rupiah.

ILUSTRASI - Kasus love scamming tengah hangat diperbincangkan di Sulawesi Utara. Modus penipuan berkedok asmara di media sosial ini bahkan telah memakan korban di sejumlah daerah.
ILUSTRASI - Kasus love scamming tengah hangat diperbincangkan di Sulawesi Utara. Modus penipuan berkedok asmara di media sosial ini bahkan telah memakan korban di sejumlah daerah. (Tribun Manado/Rizali Posumah)

Saat hendak bertemu dengan pelaku di Manado, nomor telepon dan akun Facebook perempuan tersebut sudah tidak aktif.

Kasus love scamming tengah hangat diperbincangkan di Sulawesi Utara.

Modus penipuan berkedok asmara di media sosial ini bahkan telah memakan korban di sejumlah daerah.

Salah satunya adalah B, pria asal Kabupaten Minahasa.

Love scamming adalah modus penipuan yang memanfaatkan hubungan asmara secara daring untuk memperoleh keuntungan finansial dari korban.

Pelaku umumnya menggunakan identitas palsu dan foto menarik untuk membangun kedekatan, kemudian secara bertahap meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan.

Korban dibuat percaya melalui komunikasi intens, janji pertemuan, dan cerita-cerita yang dirancang untuk membangkitkan empati.

Saat diwawancarai pada Kamis (12/2/2026) malam via WhatsApp, B mengisahkan pengalamannya menjadi korban penipuan berkedok asmara.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar dua tahun lalu, tepatnya pada tahun 2024.

Saat itu, B bekerja di salah satu peruahaan tambang di Maluku Utara.

Awal Berkenalan di Media Sosial

B mengaku berkenalan dengan seorang perempuan melalui Facebook secara tidak sengaja.

Foto profil perempuan tersebut membuatnya tertarik untuk menjalin komunikasi.

“Awalnya cuma pesan singkat, lalu lanjut kirim voice note sampai teleponan,” ujar B.

Hubungan komunikasi mereka berlangsung sekitar dua bulan.

B sempat beberapa kali mengajak perempuan itu untuk melakukan panggilan video, tetapi ajakan tersebut kerap ditolak.

Pernah sekali dilakukan video call, namun perempuan itu hanya memperlihatkan bagian dahinya.

“Saya maklum, karena pikir mungkin masih malu, tapi saya terus meminta untuk video call,” kata B.

Pelaku Berjanji untuk Bertemu dan Mulai Sering Meminta Uang

Perempuan itu mengaku tinggal di Manado dan berjanji akan bertemu saat B pulang cuti.

Seiring waktu, komunikasi mereka semakin intens, hingga akhirnya pelaku mulai meminta uang dengan alasan membeli paket data.

Awalnya sebesar Rp 50 ribu.

Karena nominalnya kecil, B tidak menaruh curiga.

Namun permintaan uang terus berlanjut dengan jumlah yang semakin besar.

Pelaku bahkan meminta bantuan untuk membayar kredit handphone baru dengan alasan ponsel lamanya telah rusak.

“Katanya beli HP baru, jadi saya bantu bayar. Harganya sekitar satu juta rupiah,” ungkap B.

Secara keseluruhan, B mengaku telah mengirimkan uang sebanyak enam kali dengan total jutaan rupiah.

Sadar Jadi Korban Penipuan

Kecurigaan mulai muncul saat B hendak pulang cuti dan berencana menemui perempuan tersebut di Manado.

Namun sehari sebelum keberangkatannya, nomor telepon perempuan itu sudah tidak aktif.

Akun Facebook perempuan tersebut yang digunakan untuk berkomunikasi dengannya juga telah hilang.

“Di situ saya sadar kalau saya sudah ditipu,” ujarnya.

B berharap pengalamannya bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak mudah percaya pada orang yang baru dikenal di media sosial.

“Jangan terlalu cepat percaya, apalagi kalau belum pernah ketemu langsung,” pesannya. (pet)

Baca juga: Populer Sulut: Penahanan 2 Teller Bank, Kasus Love Scamming, Kerja Sama dengan INA Grup Jepang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.