Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Suasana santai dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Safety Goes To School di Universitas Timika yang dilakukan manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI), Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut digelar perusahaan tambang terbesar ini dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N).
Baca juga: Menteri ESDM Bahlil Lahaladia Percepat Pengalihan 10 Persen Saham PTFI ke Rakyat Papua
Kegiatan tersebut digelar dalam bentuk talk show safety kalcer yang mengusung tema Safety Bukan Sekedar Gaya tapi Budaya.
Kegiatan Safety Goes to Campus Talk Show, dilakukan di Universitas Timika yang berada di Jalan Budi Utomo, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, Community Development BK3N, peserta mahasiswa Universitas Timika, serta para karyawan Community Development PTFI.
Kegiatan ini melibatkan pelajar SMK Kuala Kencana, dan Mahasiswa Universitas Timika sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja di kalangan pelajar dan masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum Panitia Safety BK3N PTFI 2026, Mickael Situmorang menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari bulan K3 Nasional.
Baca juga: Di Sponsori PTFI, 14 Siswa SATP Tampilkan Budaya Amungme di Jakarta Drum Corps
Ada dua kampanye di SMK Negeri 1 Kuala Kencana, dan sore di Kampus Universitas Timika, ucapnya, di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Jadi tema yang kami bawa pada kegiatan ini adalah safety goes to campus karena kami memiliki semangat untuk membawa safety ini tidak hanya di internal perusahaan tetapi kami membawa diluar lingkungan pertambangan.
Mengapa demikian, karena safety itu bahasa yang umum, yanv bisa kita lakukan di manapun dan yang paling utama adalah kita membangun safety itu dari diri sendiri.
Baca juga: PTFI Suntikkan DNA Sains Global ke Uncen Jayapura Lewat Gedung Pintar
"Jadi penekanan yang kita sampaikan bagi adik-adik SMK dan Mahasiswa adalah tindakan safety itu dimulai dari diri sendiri,” kata Mickael Situmorang.
Harapanya jika kita sudah berperilaku safety dan berkembang bisa mempengaruhi orang lain sehingga dapat membentuk satu Comunitas Safety.
Dalam kegiatan tersebut beberapa materi yang diberikan terkait safety adalah hal-hal yang menyangkut safety dalam kehidupan sehari-hari, safety di jalan raya-berkendara, topik kondisi aman dan tindakan tidak aman, topik prinsip mitigasi bahaya-hirarki pengendalian.
Baca juga: Institut Pertambangan Nemangkawi, Jadi Bukti Keseriusan PTFI Meningkatkan SDM Papua
Dalam sesi tersebut pemateri juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk tanya-jawab.
Sementara itu, Vice President Mining Safety PTFI, Eman Widijanto, menjelaskan bekerja di tambang merupakan sesuatu hal yang khas dimana tempatnya terpencil, kemudian kedua sebagian besar pekerja jauh dari keluarga.
"Nah ini kelihatanya hal-hal yang selalu tidak dijumpai di jenis pekerjaan yang bukan ditambang,” terangnya.
Disamping remot area terus jauh dari keluarga. Dan ketiga pekerjaannya berat. Pekerjaan di tambang itu relativ berat dibanding pekerjaan bukan di tambang.
Sehingga kemudian harus sehat fisik, sehat mental, dan sehat pikiran dan layanan tersebut kami sediakan.
Baca juga: Layanan Kesehatan, PTFI Serahkan Dapur Mandiri dan Konsentrator Oksigen Untuk Rumah Sakit Waa Banti
Contoh setelah kami mengalami musibah atas ketujuh korban yang tertimpa bemcana longsor itu layanan psikologi yang ada di rumah sakit naik 50 persen dari angka normal.
Adanya stres karena mersa resikonya besar, dan stop operasi juga sehingga para pekerja tidak lagi bekerja itu menimbulkan tekanan kekuatiean dan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Jadi kiat yang kami berikan adalah layanan, dan keterbukaan sehingga tidak ada hal yang disembunyikan, kami juga memberi layanan dan keterbukaan bagi komunitas keagamaan, dan kedaerahan untuk sama-sama saling membantu.
Baca juga: YPMAK Berbelasungkawa Atas Meninggalnya 2 Karyawan PTFI Korban Longsor
Selanjutnya pada kegiatan tersebut pada mahasiswa Universitas Timika yang tengah mengikuti kegiatan tersebut sangat antusias.
Salah satu mahasiswa jurusan komunikasi Universitas Timika Debora Selfara, mengaku sangat senang dan bersyukur bisa mendapat ilmu baru mengenai safety.
"Saya sangat senang kegiatan ini luar biasa , terima kasih untuk pemateri intinya luar biasa," ucapnya. (**)