Nasib Guru SDN Perempuan di Jember yang Telanjangi Muridnya
taryono February 13, 2026 09:37 AM

Tribunlampung.co.id, Jatim - Guru perempuan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial FT diduga menelanjangi muridnya di sebuah SDN di Kecamatan Jelbuk, Jember, Senin (9/2/2026).

Tindakan itu dilakukan FT  gara-gara kehilangan uang Rp 75 ribu di dalam kelas.

Akibat tindakan tak terpuji itu, FT terancam mendapatkan sanksi dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, Jawa Timur.

Melansir Tribun Jatim, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, Jawa Timur memanggil FT.

Kepala Dispendik Jember Arief Tjahjono mengungkapkan hal pemeriksaan, guru tersebut mengaku sudah sering kali kehilangan uang setiap kali selesai mengajar di kelas sekolah daerah itu.

Baca juga: Modus Pria Edarkan Upal, Beli Rokok di Warung Warga Lampung Tengah

"Bukan kejadian pertama kali hilangnya uang itu, sudah berkali kali hilang. Terakhir kali uang Rp 75 ribu, dan itu uang merupakan uang mahar, " ujarnya.
 
Kronologi kejadian itu, kata dia, guru tersebut membawa uang mahar pemberian suaminya ditaruh di dompet dalam tasnya saat mengajar di sekolah.

"Jadi uang mahar, yang ditaruh di dompet gitu," papar Arief.

Namun ketika di tengah proses belajar mengajar, pendidik tersebut pergi sebentar di kamar mandi untuk buang air kecil. Setelah itu mendapati uangnya hilang 

"Pada saat ditinggal di kamar kecil itu, uang tersebut hilang dan uang itu bersejarah. Beliau juga sakit jantung, dan sering minum obat untuk sakit jantung, jadi beliau sering pipis," imbuh Arief lagi.

Arief mengungkapkan hal tersebut membuat guru ini ngamuk, sebab sudah sering kehilangan uang setiap kali mengajar di kelas itu.

"Karena uang bersejarah, jadi beliau muntab, ya salah sih, tetapi pemicu beliau muntab itu ada. Akhirnya digeledah sampai terjadi kejadian itu," paparnya.

Namun setelah seluruh murid digeledah hingga dilucuti busananya. Arief mengungkapkan uang mahar milik gitu tersebut tidak juga ditemukan."Nggak ketemu," ulasnya.

Perkara ini telah dimediasi bersama wali murid di sekolah tersebut. Arief mengatakan semua tuntutan mereka akan segera dilaksanakan.

"Karena tidak ada tuntutan, segera kami proses untuk pindah. Kami berikan pembinaan dan teguran tertulis agar tidak mengulangi tindakan tersebut," imbuhnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.