TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN – Kabar duka terus menyelimuti ikon pariwisata Kabupaten Kuningan.
Jumlah kematian massal Ikan Dewa di Balong Keramat Cigugur dilaporkan terus meroket hingga menyentuh angka 923 ekor, Kamis (12/2/2026).
Angka terbaru ini menunjukkan situasi yang semakin kritis, mengingat dua hari sebelumnya jumlah kematian masih berada di angka 820 ekor.
Kepala Dinas PUTR Kuningan, Putu Bagiasna, mengaku menerima laporan langsung dari pengelola atau kuncen kolam dengan suasana yang sangat emosional.
"Tadi kami terima laporan dari kuncen, beliau menginformasikan jumlah ikan yang mati sudah mencapai 923 ekor."
Baca juga: Tragedi Ikan Dewa Cigugur: 30 Tahun Tak Dikuras hingga Perut Ikan Kering Tanda Kurang Nutrisi
"Saat menyampaikan itu, beliau sampai mengeluarkan air mata," ujar Putu Bagiasna kepada Tribun, Kamis (12/2).
Lonjakan kematian ini setara dengan kehilangan 80 persen dari total populasi ikan di kolam keramat tersebut.
Kondisi ini membuat spesies yang dikeramatkan warga Kuningan tersebut kini berada di ambang kepunahan.
Menindaklanjuti arahan Bupati, Dinas PUTR bersama Damkar dan BPBD Kuningan bergerak cepat melakukan rekayasa lingkungan.
Petugas kini fokus pada pengurasan total air kolam menggunakan mesin pompa untuk membuang air yang diduga telah tercemar akumulasi limbah lingkungan.
"Kami sedot airnya sampai dasar kolam kering. Setelah itu, alat berat akan masuk untuk mengeruk lumpur atau sedimen yang sudah sangat tebal," jelas Putu.
Selain pengerukan, petugas juga membongkar bangunan outlet dan struktur permanen yang menutupi sumur mata air.
Tujuannya agar sirkulasi air kembali lancar dan ikan memiliki tempat berkumpul yang aman saat terjadi pengurasan.
Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah wabah penyakit menular.
Hal ini diperkuat dengan kondisi ikan dewa di lokasi lain di Kuningan yang tetap sehat.
"Ini adalah akumulasi dari kondisi lingkungan perairan di Balong Cigugur yang sudah tidak ideal."
"Saat ini bukan waktunya mencari siapa yang salah, tapi bagaimana kita menyelamatkan sisa populasi yang ada," tegas Bupati usai meninjau lokasi.
Pemerintah Kabupaten Kuningan berencana melakukan evaluasi menyeluruh secara pentahelix melibatkan berbagai lembaga, termasuk mengevaluasi kinerja PDAU sebagai pengelola wisata.
Kabid Peternakan Diskanak Kuningan, Drh. Rofiq, menambahkan bahwa tim medis terus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan seratusan ekor ikan yang masih hidup.
"Kami evakuasi sisa ikan ke kolam karantina untuk perawatan intensif. Langkah medis mulai dari pengobatan hingga pompanisasi untuk menyuplai oksigen terus kami lakukan agar laju kematian bisa ditekan," kata Rofiq.(*)
Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai