Mabadiul Ihsan Banyuwangi Kenalkan Pembelajaran Holistik pada Siswa SD dan Parenting untuk Orang Tua
Haorrahman February 13, 2026 11:57 AM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Ratusan murid kelas akhir Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) tampak riang berkumpul di Yayasan Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Mereka hadir bersama orangtuanya masing-masing. 

Mereka sedang mengikuti program pembelajaran pendidikan yang holistik, Kamis (12/02/2026). Di mana, sekolah tak sekadar menyentuh anak didiknya saja mitra pembelajaran. Namun, juga menghadirkan orangtua untuk turut bersama-sama mendidik anak-anaknya.

“Kami ingin mengenalkan kepada para anak-anak beserta orangtuanya sekalian tentang pembelajaran holistik yang sedang kita kembangkan di sini. Di pesantren ini, tidak semata-mata menyentuh anaknya saja. Tapi, juga menggugah kesadaran orangtua,” terang perwakilan Yayasan PP. Mabadiul Ihsan, Gus Rohmatullah.

Baca juga: Tokoh dan Akademisi 5 Negara Bakal Hadir di Cordoba Annual Conference 2026 UI Cordoba Banyuwangi

Proses pembelajaran holistik tersebut, imbuh Rohmat, diterapkan di seluruh unit pendidikan di lingkungan Yayasan Mabadiul Ihsan. Utamanya di SMP Plus Cordova dan MTs Mabadiul Ihsan. Dua unit pendidikan yang masuk tingkat menengah pertama ini, merupakan masa transisi kemandirian anak didik.

“Masa-masa duduk di SMP/ MTs ini menjadi krusial. Perkembangan anak menuju remaja terjadi di fase ini. Jika salah memilih tempat belajar, konsekuensinya akan mempengaruhi masa depan anak,” tegas Gus Rohmat.

Baca juga: 61 Pembicara dan 235 Peserta dari 5 Negara, Ramaikan Konferensi Internasional UI Cordoba Banyuwangi

Berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Banyuwangi, dilakukan pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menyiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Pelatihan ini memberikan pengenalan dasar pemrograman, logika berpikir komputasional, serta pemahaman awal tentang kecerdasan artifisial secara kontekstual dan ramah anak. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan menumbuhkan minat belajar teknologi sejak dini.

Sedangkan bagi para orangtua yang turut mendampingi, mendapatkan kelas khusus tentang parenting atau pola asuh anak. Kelas tersebut difokuskan pada penguatan peran orang tua dalam membangun pola asuh adaptif, bijak dalam mendampingi penggunaan teknologi, serta menanamkan nilai karakter di tengah derasnya arus digitalisasi.

Baca juga: Banyuwangi Ada Kampus Baru, Universitas Islam Cordoba Buka Pendaftaran Mahasiswa

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada para orangtua untuk bisa beradaptasi dalam mengasuh anak-anak di masa digital seperti saat ini. Sehingga orangtua tidak gagap dalam mendampingi anak di era digital ini,” ungkap narasumbernya, Dr. Nur Wiarsih.

Dengan pengenalan dunia digital yang baik, sekaligus kesadaran orangtua yang cukup atas perilaku anak di era digital ini, akan memberikan dampak signifikan dalam pengembangan potensi anak ke depannya. “Jangan sampai kita tergerus digitalisasi. Baik karena ketinggalan, maupun yang larut di dalamnya tanpa kejelasan,” pungkas Nur Wiarsih.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.