Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Lulusan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Ar-Raniry Banda Aceh kini tak lagi identik hanya sebagai dai atau penceramah.
Alumni FUF terbukti mampu menembus berbagai profesi strategis, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), tenaga pendidik, peneliti, hingga TNI dan Polri.
Dekan FUF UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Salman Abdul Muthalib, Lc., M.Ag., mengatakan fakultas yang dipimpinnya saat ini memiliki lima program studi, yakni Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-agama, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Sosiologi Agama, serta Ilmu Hadis.
“Lulusan-lulusan kita punya kesempatan untuk bekerja di berbagai instansi, terutama sebagai PNS, tenaga pendidik, guru agama, peneliti sosial, pekerja sosial, ada dai, hafiz Al-Qur’an, pengusaha, bahkan TNI dan Polri,” ujar Salman, Rabu (11/2/2026).
Ia menegaskan, dalam beberapa tahun terakhir banyak alumni FUF yang berhasil lulus seleksi di berbagai kementerian dan lembaga negara.
Menurut Salman, perubahan regulasi juga membuka peluang lebih luas bagi alumni Ushuluddin untuk berkarier sebagai guru.
Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini Rontok, UBS & Galeri24 Turun Drastis, Cek Harga per 13 Februari 2026
Jika dahulu lulusan non-Tarbiyah harus mengikuti program Akta IV untuk bisa mengajar, kini hal tersebut tidak lagi menjadi kendala.
“Alhamdulillah, selama ini itu sudah berubah, dan alumni Ushuluddin dari semua prodi bisa menjadi guru, di kelas, di sekolah, macam-macam,” jelasnya.
Selain memperkuat kompetensi akademik, FUF juga memiliki sejumlah program unggulan seperti Tahfidz Al-Qur’an dan sanad qiraat, Tahfidz Hadis, praktikum moderasi beragama, serta pelatihan English for Academic Purpose dan penggunaan reference manager untuk penulisan karya ilmiah.
Di bidang akademik, fakultas ini juga memiliki enam jurnal nasional terindeks Sinta, mulai dari Sinta 4, 3 hingga 2.
“Sinta 2 di UIN ini baru ada tiga kalau tidak salah, dan Alhamdulillah kita punya. Dengan lima prodi, kita punya enam jurnal Sinta,” ungkapnya.
Eksistensi FUF juga diperkuat melalui forum ilmiah nasional Kompetisi Ilmiah Mahasiswa Ushuluddin Nasional (KIMUN), yang dalam tiga tahun terakhir dipercayakan menjadikan UIN Ar-Raniry sebagai tuan rumah.
Baca juga: Meugang ASUH, Ibadah Nyaman
Mahasiswa berkompetisi mempresentasikan karya ilmiah dengan mahasiswa Ushuluddin dari seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, FUF juga aktif mengirim mahasiswa ke luar negeri melalui program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional di Malaysia sejak 2023 hingga 2025.
Program tersebut diakui sebagai pengabdian masyarakat internasional dan menjadi nilai tambah bagi prestasi serta akreditasi.
“Kita bawa mahasiswa ke pesantren, sekolah, dan perguruan tinggi di beberapa daerah di Malaysia. Itu sangat dibutuhkan untuk keperluan prestasi dan akreditasi,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan I FUF, Prof. Dr. Maizuddin, M.Ag., menambahkan bahwa tawaran utama Ushuluddin adalah kemampuan mengontekstualisasikan nilai-nilai keislaman dalam berbagai bidang kehidupan modern.
Ia menyebutkan, pembelajaran filsafat dan pemikiran Islam yang dimiliki lulusan FUF UIN Ar-Raniry melatih daya pikir kritis sehingga mampu beradaptasi di berbagai sektor.
Baca juga: Penyeragaman Kualitas Pendidikan di Aceh Besar, Membangun Generasi Berkarakter
“Banyak alumni kita yang tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga hampir di berbagai bidang mereka alhamdulillah sukses.
Daya pikir mereka sudah terlatih berfilsafat dan mengkontekstualisasikan berbagai hal,” katanya.
Dari sisi akademik, kata Maizuddin, FUF juga memberikan kemudahan penyelesaian studi. Mahasiswa dapat lulus dalam tujuh semester dan menyelesaikan tugas akhir dalam bentuk karya ilmiah jurnal.
“Hingga saat ini mahasiswa yang lulus hanya dengan tujuh semester sudah ramai sekali. Trennya sekitar 40 persen sudah menyelesaikan tugas akhir dengan jurnal,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu prodi unggulan yang dimilik FUF yakni Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT), di mana dalam pembelajarannya prodi ini mengintegrasikan kajian studi Al-Qur'an klasik-kontemporer dengan teknologi informasi.
“Prodi ini berfokus pada pengembangan kemampuan tahfiz, qira'at, dan metode penerjemahan inovatif. Didukung kurikulum komprehensif, lulusannya berdaya saing tinggi sebagai praktisi keagamaan, dan itu terbukti dari banyaknya alumni yang lulus,” pungkasnya. (*)