Presiden Prabowo Ngaku Dicemooh Profesor Terkenal dan Dituduh Macam-macam Soal Program MBG
Darwin Sijabat February 13, 2026 01:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Di tengah peresmian infrastruktur vital pendukung ketahanan pangan, Presiden RI, Prabowo Subianto meluapkan isi hatinya terkait badai kritik yang menerjang program andalannya, Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Bertempat di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026) pagi, Presiden Prabowo mengungkap bahwa dirinya sempat menjadi sasaran cemoohan kaum intelektual saat pertama kali menggulirkan program MBG tersebut.

Momentum peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polri dan 18 gudang ketahanan pangan ini dimanfaatkan Prabowo Subianto untuk merefleksikan hambatan awal pemerintahannya.

Ia mengaku heran mengapa niat membantu rakyat kecil justru disambut dengan serangan personal dan prediksi kegagalan.

"Waktu saya melancarkan program ini saya diejek. Saya dijelek-jelekin. Saya dituduh macam-macam. Saya juga tidak mengerti," curhat Prabowo di hadapan jajaran Polri dan tamu undangan.

Cemoohan dari Kalangan Profesor

Prabowo secara spesifik menyinggung keterlibatan tokoh-tokoh terdidik dalam upaya mendelegitimasi program MBG.

Ia menyayangkan para akademisi yang seharusnya objektif justru terjebak dalam sentimen negatif.

Baca juga: Maulana Instruksikan Pendataan Ibu Hamil dan Menyusui untuk Penerima MBG di Kota Jambi

Baca juga: 2 Remaja Terekam CCTV Curi Kabel Listrik di Depan Gereja Katolik ST Teresia Jambi

Baca juga: Ada 40 Lapak Gratis di Pasar Beduk dan Bazar UMKM di Sabak Tanjabtim, Cek Lokasi Daftarnya

"Profesor-profesor terkenal mengejek saya dan meramalkan program ini pasti gagal dan menghambur-hamburkan uang," tegasnya.

Presiden menilai serangan tersebut bukan sekadar kritik kebijakan, melainkan bentuk dendam politik yang salah sasaran.

Baginya, menyerang program yang sangat dibutuhkan masyarakat prasejahtera adalah tindakan yang menyedihkan.

"Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki, mungkin biasa. Tapi sesuatu yang menyerang yang sangat diperlukan orang-orang yang belum kuat ekonominya, sungguh menyedihkan bagi saya," tambah Prabowo.

Meskipun dihujani kritik dari kalangan atas, Prabowo menegaskan tidak akan goyah.

Peresmian seribu lebih unit layanan dapur umum di lingkungan Polri hari ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah terus bergerak maju.

"Saya yakin tujuan kita baik. Saya yakin kita berada di jalan yang benar," pungkasnya dengan nada optimistis.

Atasi Stunting

Presiden Prabowo mengatakan program MBG bertujuan baik terutama untuk mengatasi anak-anak Indonesia yang mengalami stunting.

"Kurang gizi yang berakibat ke sel-sel kita tidak berkembang baik, sel otak, tulang, otot tidak berkembang dengan baik.  Jadi stunting juga akibat dari proses kemiskinan rakyat Indonesia," ujarnya.

Prabowo mengatakan 25 persen dari anak-anak Indonesia mengalami stunting dan oleh karena itu salah satu caranya dengan menyediakan makanan bergizi.

Baca juga: Survei Kepercayaan Publik ke Prabowo-Gibran, IPI: Lampaui SBY dan Jokowi, Poltracking: Pengaruh MBG

Baca juga: 3 Perusahaan Investor Jalan Khusus Batu Bara Jambi Didesak Segera Rampungkan, Ini Masalah Krusial

"Tidak bisa kita teori saja dengan kata-kata, program indah saja. Kita harus laksanakan teori itu," ujarnya.

"Akhirnya saya belajar dan belajar bangsa dari lain bahwa memang satu-satunya jalan intervensi langsung pemerintah ke anak-anak dan orang tuanya yang tidak berdaya," ujar Prabowo.

Lebih jauh, Prabowo mengatakan bukan hanya Indonesia yang melaksanakan program MBG.

"Lebih dari 70 negara melaksanakan program ini. Kita mungkin negara yang ke-76 melaksanakan program MBG," kata Prabowo.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pemenuhan Gizi

  • Keterlibatan Polri dalam pengelolaan SPPG dinilai sebagai bentuk kolaborasi konkret antar-lembaga negara dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait asupan gizi, terpenuhi secara berkelanjutan.
  • Langkah ini mencerminkan pendekatan lintas sektor dalam memperluas jangkauan program pemerintah, dari tingkat pusat hingga daerah.
  • Program MBG  mulai berjalan pada tahun 2025 dan dikoordinasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
  • Mengurangi stunting dan malnutrisi pada anak-anak.
  • Meningkatkan kualitas gizi bagi kelompok rentan anak usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
  • Dilaksanakan secara bertahap mulai Januari 2025 melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
  • Program MBG ditargetkan menjangkau hingga 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia pada tahun 2026.

Baca juga: Panduan Cara Tukar Baru 2026, Bisa Lewat Website, Aplikasi atau Kantor BI

Baca juga: 2 Remaja Terekam CCTV Curi Kabel Listrik di Depan Gereja Katolik ST Teresia Jambi

Baca juga: Gandeng Tribun Network, V-Green Kerjasama Penyediaan Charging Station Vinfast EV

Baca juga: Turun, Perhiasan di Jambi Rp9.500.000 per Mayam, 13/2/2026 Emas Antam Rp2.904.000 per Gram

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.