Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Reservasi hotel di DIY selama cuti bersama dan libur Imlek 2026 meningkat.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat reservasi hotel sekitar 50 persen.
Wakil Ketua Bidang Promosi dan Event Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Muhtar Habibi, mengatakan okupansi hotel mulai 1 hingga 12 Februari 2026 mencapai 60 hingga 70 persen.
Sementara reservasi hotel selama libur Imlek baru sekitar 50 persen.
"Untuk reservasi mulai ada pergerakan, baru sekitar 50 persen. Mayoritas tamu masih dari Pulau Jawa," katanya, Jumat (13/2/2026).
Berdasarkan data, mayoritas tamu menginap selama dua malam.
Tamu yang menginap kebanyakan dari rombongan keluarga.
"Kalau sekarang di 12-14 Februari 2026 ini banyak pesanan (reservasi) dari dinas, dari kementerian, grup-grup corporate (perusahaan). Tapi setelah itu (memasuki libur Imlek) kebanyak grup-grup famili," sambungnya.
Baca juga: Volume Penumpang di Daop 6 Yogyakarta Meningkat Jelang Libur Imlek 2026
Guna mendorong okupansi hotel di DIY, hampir semua hotel mengadakan kegiatan khusus Imlek.
Beberapa hotel menghadirkan program makan malam hingga paket menginap.
Kendati demikian, program tersebut dirasa belum optimal dalam mendongkrak okupansi dan reservasi hotel di DIY.
"Rata-rata hotel punya event, ada yang dibikin event sendiri, ada yang packaging dengan dinner atau dengan event. Memang berbeda-beda, namun masih belum terlihat (dampaknya ke peningkatan okupansi hotel)," ujarnya.
Ia menambahkan kegiatan yang cukup mendapat perhatian masyarakat justru program valentine.
"Yang agak ramai malah valentine, candle light dinner itu malah lumayan kenceng," imbuhnya. (*)