Kolaborasi BTPN Syariah dan UNU Yogya, Hadirkan Ruang Belajar dan Pendampingan Lewat UMKM Expo 2026
Muhammad Fatoni February 13, 2026 05:00 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank BTPN Syarah dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta menjalin kolaborasi melalui gelaran UMKM Expo 2026.

Sinergitas tersebut sebagai satu bagian dari inisiatif pemberdayaan UMKM yang terintegrasi dengan proses pembelajaran mahasiswa. 

UMKM Expo 2026 merupakan puncak rangkaian dari mata kuliah Kewirausahaan bagi mahasiswa baru UNU Yogyakarta dengan pendekatan Project-Based Learning (PBL). 

Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pendampingan perempuan pelaku usaha ultra mikro yang merupakan nasabah pembiayaan BTPN Syariah. 

Sehingga, mereka diberi kesempatan untuk memahami langsung praktik berwirausaha, serta memberikan pendampingan nyata kepada para nasabah.

Sebelumnya, sekitar 500 mahasiswa telah berpartisipasi dalam pendampingan terhadap 106 nasabah pembiayaan BTPN Syariah dengan ragam usaha, mulai dari kuliner, jasa, hingga kerajinan. 

Dari seluruh kelompok pendampingan tersebut, dilakukan proses seleksi untuk menentukan empat kelompok pendampingan terbaik, serta lima kelompok dengan capaian penjualan tertinggi

Sebagai lembaga perbankan yang konsen pada keuangan inklusif, BTPN Syariah fokus pada pemberdayaan, terutama bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro. 

Melalui pendekatan ini, BTPN Syariah memastikan layanan pembiayaan selalu berjalan beriringan dengan pendampingan, peningkatan kapasitas, dalam membentuk empat perilaku unggul (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu).

Baca juga: Penertiban Aktivitas Street Coffee di Kotabaru Yogyakarta Bakal Digencarkan Selama Ramadan

Peran Strategis Pemberdayaan UMKM

Komisaris Utama Bank BTPN Syariah, Kemal Azis Stamboel, menegaskan, bahwa pemberdayaan UMKM, khususnya perempuaan, memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan perekonomian nasional. 

"Terutama para ibu yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, adalah fondasi penting untuk memastikan roda perekonomian Indonesia terus bergerak," katanya, melalui keterangan tertulis, Jumat (13/2/26).

BTPN Syariah meyakini, ketika perempuan diberikan akses pembiayaan dan pendampingan yang tepat, mereka mampu mengembangkan usahanya, sekaligus membawa perubahan bagi keluarga dan komunitas di sekitarnya. 

Karena itu, pihaknya menyambut baik keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, dalam menghadirkan lebih banyak peluang bagi masyarakat inklusi. 

"Kolaborasi seperti ini menjadi penguat bahwa pemberdayaan adalah kerja bersama dan semakin banyak pihak yang turun tangan, semakin besar dampak yang bisa kita hadirkan," ujarnya.

Keterlibatan Aktif Mahasiswa

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemitraan Global, Transformasi Bisnis Digital Industri dan Pendanaan Kreatif UNU Yogyakarta, Ian Agisti Dewi Rani, mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam pendampingan UMKM.

Melalui UMKM Expo 2026, kedua pihak berharap dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan sektor keuangan syariah dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

"Mahasiswa telah menunjukkan peran nyata dalam membantu UMKM dan memberi dampak langsung bagi masyarakat," terangnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.