TRIBUNTRENDS.COM - Keluhan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, terkait bau menyengat di rumah dinasnya memantik perhatian publik. Agus menduga bau tersebut berasal dari limbah dapur pengolahan Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di sisi timur rumah dinasnya di Jalan Alun-alun Utara, Kecamatan Lumajang.
Namun, tudingan tersebut dibantah oleh pihak kepolisian. Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menegaskan bahwa hasil pengecekan awal belum dapat memastikan limbah yang masuk ke area rumah dinas Sekda berasal dari dapur SPPG.
Menurut Suprapto, pemeriksaan dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang. Dari hasil pengecekan tersebut, ditemukan bahwa sistem saluran air di sekitar rumah dinas merupakan bangunan lama yang memiliki banyak jalur pembuangan.
Baca juga: Prabowo Siap Mati di Jalan Kebenaran dengan Perjuangkan Program MBG: Kehormatan Seorang Prajurit!
“Setelah dicek bersama PU dan DLH, belum bisa dipastikan limbah itu berasal dari SPPG. Saluran airnya merupakan bangunan lama dan memungkinkan tersumbat dari berbagai arah,” kata Suprapto, Jumat (13/2/2026).
Ia menambahkan, adanya sumbatan saluran limbah dari lingkungan sekitar juga berpotensi menyebabkan aliran air kotor masuk ke area rumah dinas. Karena itu, pihak kepolisian meminta agar persoalan tersebut tidak serta-merta diarahkan kepada dapur SPPG.
Sebelumnya, Agus Triyono menyampaikan protes terbuka terhadap pengelola dapur SPPG yang disebut bermitra dengan Polres Lumajang. Ia mengaku menemukan limbah cair berbau menyengat di halaman rumah dinasnya dan merasa terganggu oleh aktivitas dapur tersebut.
Selain limbah cair, Agus juga mengeluhkan adanya gangguan kebisingan serta bau sisa makanan yang terlambat dibuang. Meski demikian, ia memberikan toleransi waktu tujuh hari kepada pengelola dapur untuk memperbaiki instalasi limbah dan pengelolaan lingkungan.
Baca juga: Prabowo Resmikan SPPG Polri di Jakarta, Selat Solo Jadi Menu Utama, Kebetulan atau Ada Pesan Khusus?
Di sisi lain, polemik mengenai dapur SPPG juga pernah mencuat di daerah lain, seperti Kabupaten Kediri, terkait dugaan sistem kerja yang dinilai otoriter. Pihak pengelola dapur di Kediri telah membantah tudingan tersebut dan menyebut aktivitas yang viral hanyalah kerja bakti awal operasional.
Kepolisian berharap polemik di Lumajang dapat diselesaikan secara objektif berdasarkan hasil pemeriksaan teknis. Aparat menegaskan akan terus memantau perkembangan serta memastikan tidak ada pihak yang dirugikan akibat kesimpulan yang belum terverifikasi.
Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad