Puluhan Santri Pesantren Aceh Singkil Dirawat Usai Konsumsi Menu MBG
Muliadi Gani February 13, 2026 06:54 PM

 

PROHABA.CO, ACEH SINGKIL - Puluhan santri Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, Desa Bukti Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, harus menjalani perawatan di RSUD Aceh Singkil setelah mengalami gejala sakit perut, pusing, mual, dan muntah.

Peristiwa ini terjadi Rabu (11/2/2026) malam, diduga usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG) yang biasanya diberikan kepada santri setiap siang hari.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, Hj Asmawati, saat ditemui, Kamis (12/2/2026) menyampaikan kronologis kejadian yang menimpa santrinya.

Menurut pimpinan pesantren, Hj Asmawati, gejala mulai muncul selepas pengajian sore dan shalat ashar. 

"Sekitar jam lima sore mereka muntah. 

Awalnya ia mengira santri hanya mengalami masuk angin, namun jumlah yang muntah semakin banyak hingga mencapai puluhan orang.

Khawatir kondisi semakin memburuk, pihak pesantren segera meminta bantuan ambulan dari perusahaan perkebunan PT Nafasindo serta meminjam kendaraan dari SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim tetangga untuk membawa santri ke rumah sakit.

"Setelah shalat magrib ada yang menyusul juga dibawa ke rumah sakit," ujarnya. 

Baca juga: Polres Lhokseumawe Bersama TNI Ungkap Sindikat Curanmor, 7 Pelaku Diamankan

Terkait sakitnya para santri diduga usia konsumsi menu MBG, Hj Asmawati mengaku tidak mau berspekulasi. 

Hj Asmawati menuturkan, santri biasanya menerima menu MBG sekitar pukul 10.00 WIB, namun baru disantap setelah shalat Zuhur.

Ia menegaskan tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab sakit para santri sebelum hasil laboratorium keluar.

“Kalau masalah kena keracunan atau tidak saya tidak berani menduga.

Karena pertama hasil lab belum keluar,” ujarnya.

Berdasarkan catatan pesantren, sebanyak 32 santri dan seorang ustadz dirawat di RSUD Aceh Singkil.

Menariknya, pada hari kejadian tidak ada santri yang jajan di kantin pesantren, padahal biasanya kantin memperoleh pemasukan sekitar Rp200 ribu per hari dari santri.

Baca juga: Wabup Pidie Jaya Diduga Pukul Kepala SPPG-MBG Gegara Temukan Nasi Dingin

Hal ini membuat pihak pesantren semakin heran dengan kejadian yang menimpa mereka.

Asmawati menjelaskan, pola makan santri sehari-hari diatur oleh pihak pesantren.

Untuk pagi dan malam, makanan dimasak di pondok, sementara siang hari tidak dimasak karena adanya menu MBG. 

“Kalau biasnya kami di pondok ini, bukan santri yang masak.

Pagi dimasakin, siang karena ada menu MBG tidak masak takut mubazir, sore masak lagi untuk malam,” jelasnya.

Ia berharap seluruh santri segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

“Segera sehat, ada juga yang tidak kena mungkin karena fisik mereka kuat,” tambahnya.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat sekitar, mengingat pentingnya pengawasan terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi santri.

Hingga kini, pihak pesantren masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti sakit yang dialami puluhan santri tersebut.

(Serambinews.com/Dede Rosadi)

Baca juga: Penyebab 5 Murid SD di Tamiang Jatuh Sakit Bukan Keracunan MBG, Makanan Terpercik Kuman

Baca juga: Puluhan Santri Pondok Pesantren di Kendari Dilarikan ke RS Akibat Keracunan Massal

Baca juga: Jelang upacara HUT RI ke-80, 17 petugas Paskibraka Pidie Diduga keracunan makanan

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.