Terpisah 14 Tahun, Kakek Sumedi dan Bambang Akhirnya Bertemu Berkat Laporan Warga
Tim TribunTrends February 13, 2026 05:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kerinduan yang tertahan selama 14 tahun akhirnya terbayar. Sumedi dan Bambang, dua saudara sepupu yang lama terpisah, dipertemukan kembali berkat bantuan kepolisian di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Bagi Bambang, warga Pasuruan, Jawa Timur, nama Sumedi selama bertahun-tahun hanyalah ingatan samar. Ia tak memiliki alamat, nomor telepon, ataupun kepastian apakah sepupunya itu masih hidup. Satu-satunya petunjuk hanyalah potongan kenangan lama: sebuah pasar di wilayah Kebumen, dengan pantai di sisi selatannya.

Kenangan itulah yang kemudian Bambang titipkan kepada teknologi dan empati aparat. Pada Selasa, 3 Februari 2026, Bambang mengirimkan laporan melalui aplikasi Dumas Presisi dan e-Lapor Polri. Dalam laporannya, ia menuliskan keinginan sederhana namun penuh harap—menemukan kembali saudara yang telah terpisah lebih dari satu dekade.

Laporan tersebut diterima oleh admin Polres Kebumen, yang kemudian menindaklanjutinya dengan melakukan penelusuran. Berdasarkan keterangan Bambang, aparat memetakan sejumlah pasar di kawasan pesisir Kebumen dan berkoordinasi dengan jajaran polsek di wilayah tersebut.

Baca juga: Insanul Fahmi Angkat Suara soal Inara Rusli yang Terpisah dari Anak, Klaim Pernah Alami Situasi Sama

Titik terang akhirnya muncul di wilayah Polsek Puring. Melalui patroli dialogis, Kanit Intelkam Polsek Puring bersama Bhabinkamtibmas memperoleh informasi mengenai seorang pria bernama Sumedi yang tinggal di Desa Kebadongan, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen.

Pada Rabu, 11 Februari 2026, Bhabinkamtibmas Polsek Klirong mendatangi rumah Sumedi. Di hadapan polisi, Sumedi membenarkan bahwa dirinya memang berasal dari Pasuruan. Ia merupakan pensiunan pegawai negeri sipil di lingkungan Dinas Pendidikan yang telah lama merantau dan menetap di Kebumen.

Dengan temuan tersebut, kepolisian kemudian memfasilitasi proses pertemuan kembali antara Bambang dan Sumedi. Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyebut kisah ini sebagai contoh pelayanan publik yang mengedepankan sisi kemanusiaan.

Baca juga: Kini Terpisah Maut, Lula Lahfah Sempat Blak-blakan Alasan Kepincut Reza Arap Meski Banyak Dihujat

“Kami berkomitmen merespons setiap laporan masyarakat. Di balik setiap laporan, ada harapan dan perasaan yang harus dihargai,” ujarnya.

Bagi Bambang dan Sumedi, pertemuan ini bukan sekadar temu fisik, melainkan penutup rindu yang tertahan selama 14 tahun.

Tribun Jatim | Ani Susanti | TribunTrends.com | Afif Muhammad

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.