PSIR Terancam Batal ke Liga 4 Nasional, Pengeroyokan Wasit Usai Kalah dari Persak Ditangani Komdis
rika irawati February 13, 2026 08:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Klub PSIR Rembang terancam batal mewakili Jawa Tengah di Liga 4 Nasional buntut kerusuhan seusai laga menjamu Persak Kebumen, Kamis (12/2/2026).

Usai pertandingan leg kedua semifinal Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026 itu, ofisial dan pemain mengeroyok wasit yang memimpin pertandingan.

Bahkan, suporter masuk ke lapangan dan ikut menyerang wasit.

Kejadian ini berlangsung di Stadion Krida Rembang.

Dalam laga leg kedua itu, PSIR Rembang dipermalukan Persak Kebumen dengan skor 0-2.

Hasil ini membuat asa PSIR Rembang ke final Liga 4 Jateng kandas setelah kalah agregat 1-3.

Mereka harus puas hingga babak semifinal Liga 4 Jateng meski sebenarnya mereka tetap melaju ke babak Liga 4 Nasional mewakili Jawa Tengah.

"Berkaitan dengan penerapan regulasi kompetisi dan Kode Disiplin Sepakbola, Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah akan memutuskan sanksi atas kejadian ini sesuai regulasi diberikan kepada tim (klub) dan individu (pemain, ofisial) yang terlibat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Jawa Tengah Ahmad Riyadh UB, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Susul Persibangga Purbalingga, Persak Kebumen Melaju ke Final Liga 4 Jateng. Permalukan PSIR 0-2

Riyadh mengatakan, pertandingan penting yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan fair play, serta mematuhi regulasi kompetisi dan Kode Disiplin PSSI yang sudah ditentukan, ternyata berubah menjadi kebrutalan massal di lapangan dan di luar lapangan. 

Menurutnya, peristiwa itu sangat memalukan dan merusak citra serta marwah sepakbola nasional.

Dia pun menegaskan, PSSI Jateng tidak akan menoleransi kejadian ini.

Riyadh mengaskan, PSSI Jateng akan mengambil langkah hukum di luar sepak bola melalui prosedur sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan atas kekerasan yang dialami perangkat pertandingan.

"Serta, hukuman kepada Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) atas buruknya penyelenggaraan pertandingan hingga terjadi hal yang demikian," ucapnya.

Saat ini, Komdis PSSI Jateng sedang melakukan sidang untuk memastikan penerapan sanksi yang diberikan.

Mereka pun telah mengantongi sejumlah fakta dan data, serta keterangan dari sejumlah saksi.

Dia pun berharap, Komdis PSSI Jateng dapat memberi sanksi maksimal mengingat kejadian tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran berat.

"Dengan harapan, kejadian seperti ini tidak akan terulang di waktu mendatang."

"Sebab, hal tersebut bukan saja mencoreng nama sepakbola Jawa Tengah tetapi lebih dari itu, hal ini menjadi citra buruk persepakbolaan secara nasional," kata Riyadh.

Desakan Diskualifikasi

Disisi lain, PSSI pusat mendesak hukuman diskualifikasi untuk tuan rumah PSIR Rembang.

Exco PSSI Muhammad Sungkar mengatakan, sanksi diharapkan tidak hanya diberikan kepada individu namun juga terhadap klub PSIR Rembang.

Dia pun mendesak PSIR Rembang didiskualifikasi dan tidak boleh mewakili Jateng pada Liga 4 Nasional nanti. 

"Komdis harus tegas, bukan hanya personal yang dihukum tapi klub wajib dihukum, kalau perlu, diskualifikasi" kata Muhammad.

Dalam video yang beredar di sosial media, wasit Dwi Purba Adi Wicaksana menjadi korban pengeroyokan oleh official hingga pemain PSIR, serta suporter yang masuk ke lapangan.

Baca juga: Tak Ada Waktu Libur, Persak Kebumen Langsung Siapkan Diri Hadapi Derby Ngapak di Final Liga 4 Jateng

Exco PSSI lainnya, Kairul Anwar yang hadir langsung di Stadion Krida Rembang untuk memastikan perangkat pertandingan memimpin sesuai aturan turut menyaksikan.

Ia menyebut, pertandingan selama 2×45 menit berjalan aman dan memenuhi regulasi teknis. 

Pihaknya bahkan mengawal wasit secara ketat hingga sampai ke depan ruang ganti demi menghindari hal-hal buruk.

"Ya, kita hadir pastikan perangkat pertandingan rule."

"Tadi kita sampaikan rule, 2x45 menit aman."

"Kami juga berkomitmen dan memastikan untuk ikut mengamankan wasit hingga didepan ruangan wasit," jelas dia.

Panas Sejak Awal

Pertandingan PSIR Rembang vs Persak Kebumen berlangsung sengit sejak awal dimulai.

Keinginan masing-masing klub melaju ke final Liga 4 Jateng sering kali membuat pemain bermain keras.

Berkali-kali pemain PSIR Rembang maupun Persak Kebumen jatuh di lapangan karena sleding lawan.

Protes keras dari pemain kepada wasit juga kerap terjadi.

Baca juga: Gol Tendangan Salto Dianulir Wasit, PSIR Rembang Gagal Permalukan Persak Kebumen. Skor Imbang 1-1

Permainan di lapangan ini juga sempat membuat emosi penonton tersulut.

Beberapa kali mereka melemparkan botol minuman ke arah lapangan.

Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan bahkan harus mengingatkan penonton agar meredam emosi, lewat pengeras suara.

Panitia meminta penonton tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan Laskar Dampo Awang.

Namun, kesabaran mereka jebol juga di akhir pertandingan.

Melihat tim kesayangan kalah dan pemain berlarian ke arah wasit yang meninggalkan lapangan, puluhan penonton ikut masuk ke lapangan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.