Pilot dan Co-pilot Smart Air Tewas Diserang 20 Anggota KKB, Ditemukan 13 Tembakan di Badan Pesawat
Faisal Zamzami February 13, 2026 09:35 PM

 

SERAMBINEWS.COM, JAYAPURA – Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Reskrim Umum Polda Papua dan Reskrim Polres Boven Digoel melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.

Dalam proses olah TKP, tim melakukan 23 penomoran titik penting, termasuk posisi awal arah tembakan, letak pesawat, 13 titik perkenaan peluru di badan pesawat, pecahan kaca jendela, serta pengambilan dua selongsong peluru dan satu butir amunisi di landasan.

Selain itu, lokasi penangkapan dan eksekusi korban serta area evakuasi jenazah juga didokumentasikan.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengatakan, “Dari hasil pemeriksaan fisik pesawat, ditemukan 13 lubang bekas tembakan pada badan pesawat.”

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan keterangan saksi, pesawat Smart Air mendarat di Bandara Koroway Batu sekitar pukul 10.30 WIT. 

Setelah penumpang turun, pesawat bersiap melanjutkan penerbangan menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Namun, sekitar 20 orang pelaku muncul dari arah penginapan bandara dengan membawa senjata api dan menembaki pesawat dari jarak sekitar 200 meter.

Melihat situasi tersebut, para penumpang panik dan berlari menyelamatkan diri.

Pilot dan co-pilot juga mencoba melarikan diri ke rumah warga di sekitar bandara, namun keduanya dikejar, ditangkap, dan kemudian ditembak oleh para pelaku.

Para saksi mengaku tidak mengenali pelaku dan menduga mereka bukan warga setempat.

Polisi berencana membawa para saksi ke Polres Boven Digoel di Tanah Merah untuk pemeriksaan lanjutan.

Brigjen Faizal menegaskan bahwa olah TKP dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap bukti, jejak, dan fakta terdokumentasi serta terverifikasi secara profesional.

“Hal ini penting untuk memperjelas konstruksi perkara dan mendukung proses penyelidikan serta penyidikan secara komprehensif,” katanya.

Baca juga: Ditembak KKB, Jenazah Pilot dan Co-Pilot Smart Air Tiba di Rumah Duka, Disambut Isak Tangis Keluarga

Kapolri Kerahkan Jajaran untuk Kejar Pelaku Penembakan Pilot di Boven Digoel

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memastikan telah mengerahkan jajarannya untuk mengejar para pelaku penembakan pilot dan kopilot pesawat Smart Air di Boven Digoel, Papua Selatan.

Kapolri menyebut pihaknya telah mendapatkan gambaran tentang identitas para pelaku penembakan yang mengakibatkan pilot dan kopilot tersebut tewas.

“Mengerahkan jajaran kita yang ada di sana untuk melakukan pengejaran dan pendalaman, karena identitasnya kita juga sudah memiliki gambaran,” kata dia, Jumat (13/2/2026), seperti dikutip dari laporan tim jurnalis KompasTV Claudia Carla dan Roy Ilman.


Listyo Sigit juga meminta agar personel Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersinergi untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.

“Sehingga bagaimana untuk menuntaskan, kita minta supaya peristiwa-peristiwa yang terjadi beberapa hari ini, TNI dan Polri bersinergi untuk mencegah jangan sampai terjadi peristiwa-peristiwa selanjutnya,” tegasnya.

“Tentunya kami minta kepada seluruh personel Polri, khususnya yang terlibat di dalam satgas maupun yang ada di wilayah untuk memastikan agar masyarakat merasa tenang dan lakukan penegakan hukum,” imbaunya.

Sementara, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menambahkan, pelaku berafiliasi dengan kelompok kriminal bersenjata di Yahukimo.

“Alhamdulillah sudah bisa menguasai, dan situasi di sana relatif terkendali. untuk korban, pilot dan co-pilot sudah dievakuasi ke Timika untuk proses otopsi lebih lanjut,” jelas Irjen Eddizon. 

“Proses penyelidikan sedang dilakukan untuk mengungkap identitas, yang jelas memang benar ada afiliasi dengan kelompok kriminal bersenjata yang ada di wilayah Yahukimo,” tegasnya.

Ia juga memastikan Polri dan TNI berkomitmen untuk menjamin keselamatan transportasi sipil, terutama di daerah tersebut.


“Polri bekerjasama dengan TNI berkomitmen untuk menjamin keselamatan transportasi sipil, karena kondisi dan karakteristik geografis di Papua, transportasi udara merupakan urat nadi konektivitas,” tuturnya.

“Kami pastikan masyarakat sipil yang tidak terkait akan dijamin keamanan dan keselamatannya.”

Komnas HAM Kecam Penembakan Pesawat Smart Air

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengecam penembakan pesawat Smart Air di Boven Digoel, Papua Selatan, yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Seperti diketahui, penembakan tersebut mengakibatkan pilot dan kopilot pesawat meninggal dunia.

"Mengecam tindakan yang diduga dilakukan KSB (Kelompok Sipil Bersenjata atau KKB) atas peristiwa ini, yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun," kata Ketua Komnas HAM Anis Hidayah dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Ikatan Pilot Indonesia Kecam Penembakan Pilot-Kopilot Pesawat Smart Air oleh KKB


Ia menegaskan segala bentuk serangan terhadap warga sipil dalam situasi perang maupun selain perang yang dilakukan oleh aktor negara maupun non-negara merupakan bentuk pelanggaran hukum HAM dan hukum humaniter internasional.

"Karena tindakan ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak hidup dan hak atas rasa aman yang merupakan hak yang tidak dapat dikurangi dalam situasi apapun (non-derogable rights)," tegasnya, dilansir dari laman resmi Komnas HAM.

Pihaknya pun saat ini tengah mengumpulkan informasi serta melakukan langkah-langkah pemantauan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di sisi lain Komnas HAM memberikan atensi terhadap situasi pasca peristiwa ini yang rawan terhadap pelanggaran HAM.

"Diantaranya lumpuhnya pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan di Kabupaten Boven Digoel, penyisiran oleh KSB terhadap masyarakat non OAP, dan menekankan pendekatan keamanan hukum dan keamanan yang terukur dalam penanganan konflik demi penghormatan dan pelindungan terhadap hak asasi manusia," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Komnas HAM turut menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga Pilot dan Kopilot yang menjadi korban dalam penembakan tersebut.

Seperti diketahui, penembakan terhadap pesawat Smart Air terjadi di Bandara Korowai Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2) lalu.

Berdasarkan berbagai informasi yang dimiliki Komnas HAM, diduga pelaku penembakan merupakan kelompok yang sama yang sempat menebar berbagai teror dan kekerasan di antaranya penembakan pesawat komersial di Yahukimo pada 14 Januari 2026 yang menggagalkan kunjungan wakil presiden.

"Serta membunuh seorang warga sipil bernama Daniel Datti yang berprofesi sebagai pekerja bangunan di SMP YPK Yakpesmi, Kabupaten Yahukimo pada 2 Februari 2026," ucap Anis.

Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz menduga ada keterlibatan KKB Yahukimo dalam insiden penembakan pilot dan kopilot pesawat Smart Air.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal menduga ada keterlibatan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah dalam peristiwa itu.

"Berdasarkan hasil pendalaman awal, aparat menduga keterlibatan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan KKB Yahukimo, termasuk kelompok yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak,” demikian keterangan Satgas Damai Cartenz.

Saat ini, personel gabungan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penembakan yang menewaskan dua pilot tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.