TRIBUNWOW.COM - Berikut profil Ilias Alhaft dan Luke Vickery, dua pemain keturunan Indonesia yang main gacor di ACL Two 2026 dan berpotensi untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia.
Dilansir TribunWow.com, babak 16 besar ACL Two antara laga Bangkok United kontra Macarthur FC menampilkan dua pemain gacor yang berpotensi dinaturalisasi Timnas Indonesia yaitu Ilias Alhaft dan Luke Vickery yang saling bersaing, Kamis (12/2/2026).
Bangkok United menang dengan skor 2-0, di mana Ilias Alhaft mencetak gol pada menit ke-37 sebelum digantikan pada menit ke-65, sedangkan Luke masuk sebagai pemain cadangan pada menit ke-60 menggantikan Grzan.
Keduanya tampil mengesankan ACL Two 2026, Ilias Alhaft mencatatkan 3 gol dari 6 pertandingan meskipun Bangkok United sempat dikalahkan Persib Bandung di babak penyisihan grup, sedangkan Luke berhasil raih 2 gol dan 2 assist dari 5 laga.
Ilias Alhaft memiliki darah Indonesia dari kakek dan nenek yang berasal dari Solo, bahkan pernah mengibarkan bendera Merah Putih saat merayakan juara bersama Sparta Rotterdam.
Sementara Luke memiliki keturunan Indonesia dari neneknya yang lahir di Medan, dengan kakek buyutnya berasal dari Belanda dan nenek buyutnya asli Medan.
Performa mereka kini menjadi pertimbangan potensial bagi John Herdman untuk proses naturalisasi jelang Piala AFF 2025/2026, dan akan menarik untuk dilihat apakah ada komunikasi lebih lanjut atau tidak terkait hal ini.
Baca juga: Hasil Akhir Persis Solo Vs Madura United: Penuh Drama, Laskar Sambernyawa Gagal Raih 3 Poin Kandang
Dikutip dari Transfermarkt, Ilias Alhaft lahir pada 23 Februari 1997 di Rotterdam, Belanda, dengan darah campuran Maroko dan Indonesia.
Ilias Alhaft merupakan pemain sepak bola yang bermain pada posisi sayap kanan, namun juga bisa bermain di sayap kiri maupun gelandang serang, dengan kaki utama kirinya.
Ia memulai karier muda di klub RVVH Ridderkerk tahun 2005-2008 sebelum bergabung dengan akademi Sparta Rotterdam hingga 2016.
Pada musim 2015-2016, pemain dengan harga pasar Rp 6,08 miliar ini membuat debut senior untuk Sparta Rotterdam di Eredivisie dan juga bermain untuk tim jong Sparta Rotterdam di Segunda Divisi, serta memenangkan trofi Eredivisie bersama Sparta Rotterdam pada musim tersebut.
Pada Januari 2019, Ilias Alhaft pindah ke Almere City FC dan berkarier hingga 2023, sempat mengalami cedera serius pada musim 2018-2019 namun kembali bermain pada Februari 2020, serta membantu klub naik ke Eredivisie melalui play-off pada musim 2022-2023.
Setelah itu, ia bergabung dengan klub Armenia FC Noah pada Agustus 2023, lalu kembali ke Belanda untuk bermain di SC Cambuur pada September 2024.
Pada Juli 2025, pemain dengan tinggi badan 1,72 m ini resmi bergabung dengan Bangkok United di Liga Thailand.
Ilias Alhaft juga pernah memperkuat tim nasional muda Belanda U-18 dan U-20 dengan total 15 pertandingan.
Semasa kariernya di sepak bola, Ilias Alhaft telah mencatat 277 pertandingan, 51 gol, 38 asist, 10 kartu kuning, dan 16.212 menit bermain.
Baca juga: Susunan Pemain Malut United Vs Persijap Jepara: Eks Trio Persib Bandung Berpotensi Pesta Gol
Profil Ilias Alhaft
Nama lengkap : Ilias Alhaft
Tanggal lahir / Umur : 23 Feb 1997 (28)
Tempat kelahiran : Rotterdam, Belanda
Tinggi : 1,72 m
Kewarganegaraan : Belanda
Posisi : Penyerang - sayap kanan
Kaki dominan : Kiri
Agen Pemain : Bilal Alchenteh
Klub saat ini : True Bangkok United
Bergabung : 1 Juli 2025
Kontrak berakhir : 30 Juni 2026
Harga pasar : Rp 6,08 miliar
Statistik Berdasarkan Klub
Almere City FC : 101 pertandingan, 18 gol, 12 asist, 2 kartu kuning, 5.432 menit bermain.
Sparta Rotterham U21 : 63 pertandingan, 17 gol, 14 assist, 1 kartu kuning, 2.151 menit bermain.
FC Noah Yerevan : 34 pertandingan, 7 gol, 8 assist, 5 kartu kuning, 2.252 menit bermain,
SC Cambuur Leeuwarden : 26 pertandingan, 3 gol, 1 assist, 1 kartu kuning, 978 menit bermain.
Sparta Rotterdam : 25 pertandingan, 0 gol, 1 asist, 0 kartu kuning, 1.100 menit bermain.
True Bangkok United : 25 pertandingan, 6 gol, 2 assist, 1 kartu kuning, 1.206 menit bermain.
Almere City FC U23 : 2 pertandingan, 0 gol, assist, 0 kartu kuning, 97 menit bermain,
Sparta Rotterdam U19 : 1 pertandingan, 0 gol, 0 assist, 90 menit bermain.
Luke Vickery lahir pada 25 Oktober 2005 di Amerika Serikat, berkewarganegaraan Australia dan Amerika Serikat.
Ia adalah pemain depan serba bisa yang dapat bermain sebagai winger kanan, kiri, atau penyerang tengah, dengan keunggulan kecepatan, keberanian duel, dan fleksibilitas posisi.
Pemain dengan harg pasar Rp 4,35 miliar ini memiliki darah Indonesia dari nenek pihak ibu yang berasal dari Medan, Sumatera Utara, sehingga berpotensi dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia, dan telah ada komunikasi awal dengan PSSI.
Karier profesionalnya dimulai di Western United, dimana ia membuat debut pada 2024 dan mencatatkan 16 penampilan dengan satu gol di A-League.
Setelah itu, Luke Vickery bergabung dengan Macarthur FC pada September 2025 dengan kontrak hingga Juni 2027.
Musim 2025/2026, ia tampil impresif dengan mencatatkan lima gol dan tiga assist dari 18 pertandingan di semua kompetisi, termasuk membawa klub lolos ke babak 16 besar ACL Two setelah mencetak dua gol dalam laga kontra Tai Po FC.
Luke Vickery juga pernah memperkuat tim muda Australia U-19 dan U-20, dan kini memiliki pilihan untuk membela Australia, Amerika Serikat, atau Indonesia di level nasional.
Baca juga: Thomas Tuchel Resmi Perpanjang Kontrak hingga 2028, Inggris Mantap Jalani Proyek Jangka Panjang
Profil Luke Vickery
Nama lengkap : Luke Vickery
Tanggal lahir / Umur : 25 Oktober 2005 (20)
Tempat kelahiran : Amerika Serikat
Tinggi : 1,83 m
Kewarganegaraan : Australia - Amerika Serikat
Posisi : Penyerang - sayap kanan
Kaki dominan : Kanan
Agen Pemain : The Pitch Management
Klub saat ini : Macarthur FC
Bergabung : 26 September 2025
Kontrak berakhir : 30 Juni 2027
Harga pasar : Rp 4,35 miliar
Statistik Berdasarkan Klub
Macarthur FC : 20 pertandingan, 5 gol, 3 asist, 0 kartu kuning, 1.094 menit bermain.
Western United FC : 16 pertandingan, 1 gol, 1 assist, 0 kartu kuning, 344 menit bermain.
(Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret, Ratna Desti Astuti/TribunWow.com, Lailatun Niqmah)