Pemkot Makassar Siapkan Rp4 M, Jalan Romang Tangaya Segera Dibeton
Hasriyani Latif February 13, 2026 11:04 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmennya untuk hadir dengan solusi nyata, tekad pemerataan pembangunan. 

Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran Rp4 miliar tahun ini untuk membangun perluasan jalan di Romang Tangaya, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan. 

Jalan ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa.

Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir bersama tim Bidang Jalan dan Jembatan, telah meninjau lokasi rencana perluasan jalan. 

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi riil akses jalan yang selama ini dikeluhkan warga, khususnya masyarakat Kampung Romang Tangaya yang harus menghadapi medan sulit setiap musim penghujan.

Zuhaelsi mengungkapkan kondisi jalan sangat memprihatinkan, panjang kurang lebih sekitar 500 meter bahkan lebih, dipenuhi lumpur.

"Kemarin saya pergi tinjau lokasi, memang lebih hancur medannya, berlumpur yang dalam, licin, dan ngeri. Sehingga kami lakukan perbaikan secepatnya sesuai arahan Pak Wali Kota," jelasnya, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Pemkot Makassar Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan RS Primaya Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan

Medan jalan yang rusak parah dan kerap terendam air tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga membahayakan keselamatan. 

Terutama bagi siswa yang melintas setiap hari menuju sekolah.

Dinas PU Makassar memastikan proses perencanaan hingga pelaksanaan pekerjaan akan dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan warga. 

Zuhaelsi mengatakan pengerjaan fisik dijadwalkan pertengahan 2026, dengan fokus pada peningkatan kualitas dan perluasan badan jalan agar lebih kokoh serta tahan terhadap genangan air saat musim hujan.

"Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar, dalam meningkatkan konektivitas wilayah. Khususnya di kawasan perbatasan, serta menjawab langsung aspirasi masyarakat yang selama ini mengharapkan akses jalan yang layak dan aman," jelasnya.

Langkah ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat, khususnya warga Kampung Romang Tangaya, yang selama ini harus menggunakan sampan sebagai alat transportasi utama menuju sekolah maupun beraktivitas sehari-hari. 

Kondisi tersebut terjadi karena akses jalan di wilayah itu kerap terendam banjir saat musim penghujan. 

Sementara jalur yang dilalui merupakan akses terdekat dan paling efisien dibandingkan alternatif jalan lainnya.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin juga pernah meninjau akses jalan di Romang Tangaya akhir 2025. 

Ia merespon kondisi jalan yang rusak parah dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk perbaikan jalan beton, guna meningkatkan aksesibilitas dan pelayanan bagi warga di daerah tersebut.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.