Ketua DPRK Banda Aceh Minta Owner Usaha Kuliner Sediakan Musala, Bukber Jangan Tinggalkan Shalat
Eddy Fitriadi February 14, 2026 01:03 AM

 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia | Sara Masroni

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST mengimbau agar semua tempat usaha kuliner di Banda Aceh, baik itu restoran, cafe, warung kopi dan sejenisnya agar menyediakan fasilitas musala kepada para pengunjungnya.

Menurutnya, ketersediaan musala sebagai representatif tempat menunaikan shalat sudah menjadi keharusan. Fasilitas itu juga akan membuat pengunjung nyaman, karena dapat dengan leluasa menunaikan kewajiban shalat.

Menurut politisi PKS ini, penyediaan musala sangat penting untuk memenuhi kebutuhan para pengunjung.“Apalagi nanti saat memasuki bulan puasa, terutama usaha kuliner yang menjual paket berbuka puasa, sehingga konsumen langsung bisa melaksanakan shalat magrib di resto atau kafe,” kata Irwansyah dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).

Selain itu, di luar bulan Ramadhan, selama cafe dan resto kerap dijadikan tempat bagi sebagian orang untuk bekerja secara daring, membuat tugas, meeting, hingga aktivitas produktif lainnya. Jadi keberadaan musala yang layak sudah menjadi keharusan.

Baca juga: Harga Emas Per Mayam di Banda Aceh ‘Dipukul’ Turun Lagi Hari Ini, 13 Februari 2026 Dijual Segini

Ketua DPRK itu mengatakan, adanya musala yang layak juga dapat mencerminkan Banda Aceh dengan suasana islami, serta menerapkan syariat Islam. “Jangan sampai saat buka puasa bareng (bukber) jadi alasan tidak shalat maghrib, karena di lokasi tidak disediakan musala,” ujar Irwansyah.

Ia juga meminta kepada owner atau pemilik usaha kafe atau restoran untuk memperhatikan kebersihan, sebagai salah unsur terpenting dalam pelayanan dan menarik konsumen. “Upaya menjaga kebersihan, termasuk pembuangan limbah cair yang dihasilkan dari proses memasak, serta kotoran pencucian piring harus ada tempat penampungan khusus, bukan membuangnya di selokan (parit), ” ujar Irwansyah.

Ia juga mengimbau pemilik usaha kuliner yang posisi usahanya berdekatan dengan jalan agar menyediakan tempat parkir yang memadai, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Hal ini sebagai sebagai upaya mendukung Pemerintah Kota Banda Aceh dan keinginan seluruh warga yakni terwujudnya kota yang aman, ramah, dan berbudaya bersih serta santun,” pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.