Kronologi Santri Sidoarjo Meninggal Tersetrum di Ponpes Pungging Mojokerto
Cak Sur February 14, 2026 01:32 AM

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan keagamaan di Provinsi Jawa Timur (Jatim), setelah seorang santri muda dilaporkan meninggal dunia secara tragis.

Korban diduga kuat mengembuskan napas terakhir akibat tersetrum aliran listrik saat berada di area Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (13/2/2026) ini, melibatkan seorang remaja berinisial KA yang baru menginjak usia 13 tahun.

Berdasarkan penelusuran SURYA.co.id, KA merupakan santri sekaligus siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs), lembaga pendidikan setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Korban diketahui berasal dari Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Kronologi Kejadian di Lantai Empat

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, insiden bermula saat korban bersama rekan-rekannya tengah beraktivitas di area gedung sekolah. Berikut adalah poin-poin kronologi yang dihimpun di lokasi kejadian:

  • Sekitar pukul 08.00 WIB, korban bersama tiga orang teman sebayanya naik ke area lantai empat bangunan Ponpes.
  • Rekan-rekan korban dilaporkan sempat memberikan peringatan agar KA tidak mendekat ke area tempat penampungan air atau tandon yang terletak di bagian atas bangunan.
  • Diduga terdapat kabel listrik yang terbuka atau instalasi yang tidak aman di sekitar tandon tersebut.
  • Korban diduga tidak sengaja menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi, tersengat (tersetrum), hingga akhirnya terjatuh ke area tandon air.
  • Santri lain yang mendengar suara kegaduhan segera memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian kepada pengurus pondok.

Penanganan Medis dan Penyelidikan Polisi

Kapolsek Pungging, Polres Mojokerto, AKP Selimat, membenarkan adanya laporan kejadian tragis tersebut.

Pihak kepolisian segera menuju ke lokasi, setelah menerima laporan dari pengurus pondok pesantren sekitar pukul 10.00 WIB.

"Kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi dari pihak pondok untuk mendalami penyebab pasti meninggalnya korban," jelas AKP Selimat saat ditemui di Polsek Pungging.

Setelah kejadian, pihak ponpes sempat memberikan pertolongan darurat dengan membawa KA ke asrama, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari. Namun sayangnya, nyawa remaja asal Sidoarjo tersebut tidak tertolong.

RSUD Prof dr Soekandar merupakan rumah sakit rujukan utama di wilayah Mojokerto yang memiliki fasilitas instalasi gawat darurat (IGD) lengkap, namun kondisi korban dilaporkan sudah meninggal dunia saat tiba di lokasi.

Pentingnya Keamanan Instalasi Listrik

Duduk perkara ini menjadi pengingat bagi pengelola lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren yang memiliki bangunan bertingkat, untuk selalu memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Area tandon air dan instalasi listrik luar ruangan sangat rentan mengalami kerusakan akibat cuaca, yang bisa berakibat fatal jika bersentuhan langsung dengan manusia.

Pengelola sekolah dan wali santri diimbau untuk selalu memastikan:

  • Pengecekan rutin instalasi listrik di area yang sering dijangkau siswa.
  • Pemberian pembatas fisik pada area teknis seperti tangki air dan gardu listrik.
  • Edukasi berkelanjutan mengenai bahaya listrik bagi santri usia remaja.

Kasus ini, sekarang dalam penanganan penuh jajaran Polsek Pungging untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam pemeliharaan fasilitas bangunan di lingkungan ponpes tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.