WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- PT ERA Graharealty Tbk. (ERA Indonesia), perusahaan jasa agen real estat di Indonesia, menggelar ERA National Business Conference (NBC) ke-34 di Ballroom Swissôtel PIK Avenue, Jakarta, Rabu (11/2).
Mengusung tema “Move Up”, acara ini menjadi momentum apresiasi atas pencapaian gemilang para Marketing Associate dan Member Broker ERA Indonesia sepanjang tahun 2025, sekaligus penegasan arah strategis perusahaan menuju 2026.
Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, serta Wani Sabu, Senior Advisor FBI PT Bank Central Asia Tbk. dan EVP Contact Center and Digital Services (2017–2024). Kehadiran para tamu kehormatan tersebut menegaskan sinergi antara pelaku industri properti, sektor perbankan, dan pemerintah dalam mendukung pertumbuhan sektor perumahan nasional.
Tema “Move Up” mencerminkan komitmen ERA Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat profesionalisme jaringan, dan mendorong para Marketing Associate serta Franchisee untuk naik ke level berikutnya dalam performa dan pelayanan.
Presiden Direktur ERA Indonesia, Darmadi Darmawangsa, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi tahun yang stabil dan positif bagi ERA di tengah dinamika ekonomi nasional.
“Di tengah tantangan ekonomi, ERA Indonesia mampu membukukan kenaikan penjualan sebesar 9 persen dibandingkan tahun 2024. Ini menunjukkan kekuatan jaringan kami serta kepercayaan konsumen yang terus terjaga,” ujar Darmadi di Jakarta, Jumat (13/2/2026)
Baca juga: Pemerintah dan Pengembang Bahas Tantangan Properti 2026, Program 3 Juta Rumah Disorot
Kinerja 2025: Pasar Sekunder Tetap Dominan
Sepanjang 2025, pasar properti masih didominasi oleh pasar sekunder dengan kontribusi sekitar 90?ri total transaksi, sementara pasar primer menyumbang sekitar 10 persen.
Meski demikian, pasar primer mulai menunjukkan pertumbuhan berkat berbagai insentif pemerintah, promosi dari pengembang, serta hadirnya proyek dengan desain baru yang semakin menarik.
ERA selama ini dikenal kuat di pasar sekunder, didukung oleh pengalaman panjang dan jaringan luas di seluruh Indonesia. Keunggulan pasar sekunder antara lain, properti ready stock dan siap huni, lokasi yang lebih matang dan strategis, harga lebih fleksibel dan dapat dinegosiasikan.
Selain itu, tren sewa mengalami peningkatan, khususnya untuk properti komersial jangka panjang seperti restoran dan gudang. Pergeseran ini dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang masih menyesuaikan kondisi ekonomi, serta meningkatnya kehati-hatian konsumen dalam mengambil keputusan pembelian.
Dari sisi jenis properti, segmen rumah tinggal masih mendominasi transaksi di 2025, diikuti oleh ruko, apartemen, dan gudang. Wilayah dengan transaksi kuat antara lain Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan Surabaya—terutama di area dengan akses infrastruktur dan fasilitas publik yang baik.
Target 2026
Memasuki 2026, ERA Indonesia menargetkan pertumbuhan transaksi sebesar 25 % , sejalan dengan semangat “Move Up”.
ERA memandang pasar properti 2026 masih memiliki peluang pertumbuhan, baik di pasar sekunder maupun primer, didukung oleh stabilitas ekonomi yang semakin membaik, dukungan kebijakan pemerintah, kebutuhan hunian yang terus meningkat, dan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi dibanding 2025.
Namun demikian, ERA tetap mewaspadai dinamika suku bunga, daya beli masyarakat, serta kondisi global yang dapat memengaruhi sektor properti. Strategi utama ERA di 2026 akan berfokus pada Service Excellence.
“Kami menempatkan pelayanan sebagai kunci strategi, baik untuk franchisee, marketing associate, maupun konsumen. ERA juga akan berkolaborasi dengan industri hospitality untuk menghadirkan pelatihan Excellence Service guna meningkatkan kualitas dan profesionalisme jaringan kami di seluruh Indonesia,” jelas Darmadi.
Ekspansi Jaringan Nasional
Saat ini, ERA Indonesia memiliki 105 kantor dengan lebih dari 4.800 Marketing Associate di seluruh Indonesia. Pada tahun 2026, perusahaan menargetkan pembukaan sekitar 20 kantor baru, terutama di kota-kota besar dan wilayah dengan potensi pertumbuhan properti yang tinggi.
Melalui penyelenggaraan NBC ke-34 ini, ERA Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan dinamika pasar. “Dengan semangat Move Up, kami ingin memastikan seluruh jaringan ERA bertumbuh secara kualitas maupun kuantitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi industri properti nasional,” tutup Darmadi.